Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Raja dan Sultan Nusantara Bersama DPD RI Sepakat Sistem Bernegara Kembali Sesuai Rumusan Pendiri Bangsa
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Raja dan Sultan Nusantara Bersama DPD RI Sepakat Sistem Bernegara Kembali Sesuai Rumusan Pendiri Bangsa

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 15 Juli 2023, 14.41
Share
Rapat Paripurna DPD RI bersama raja dan sultan se-Nusantara, salah satunya dihadiri Paduka Yang Mulia, Pangeran Cevi Isnendar dari Kerajaan Banjar. Jumat (14/07/2023). (Foto: DPD RI)
Rapat Paripurna DPD RI bersama raja dan sultan se-Nusantara, salah satunya dihadiri Paduka Yang Mulia, Pangeran Cevi Isnendar dari Kerajaan Banjar. Jumat (14/07/2023). (Foto: DPD RI)
SHARE

TERAS7.COM – Penguatan sistem bernegara dengan kembali sesuai rumusan pendiri bangsa, resmi disepakati oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI).

Hal ini menyusul disepakatinya Rancangan Undang-Undang (RUU) Pelestarian Kerajaan oleh DPD RI dalam rapat paripurna bersama Raja dan Sultan se-Nusantara, di Gedung Nusantara V, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, pada Jumat (14/07/2023).

Adapun kesepakatan ini muncul karena menyadari adanya studi dan kajian akademik yang menyatakan bahwa, perubahan konstitusi di tahun 1999 hingga 2022, menghasilkan konstitusi yang telah meninggalkan Pancasila
sebagai Norma Hukum Tertinggi.

Oleh karenanya kata Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono mengatakan, pihaknya berpandangan untuk mengembalikan Pancasila sebagai Norma Hukum Tertinggi konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Untuk itu, sebagai kewajiban kewarganegaraan dan kewajiban kenegaraan untuk senantiasa
menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, maka DPD RI berpandangan untuk mengembalikan Pancasila sebagai Norma Hukum Tertinggi konstitusi negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan kembali kepada sistem bernegara sesuai rumusan pendiri bangsa seperti
termaktub di dalam UUD 1945 tanggal 18 Agustus 1945 yang kemudian harus dilakukan penyempurnaan dan penguatan melalui Teknik Adendum Konstitusi,” ujarnya saat memimpin sidang bersama Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, dan Wakil Ketua DPD RI Mahyudin, serta Sultan B Najamudin.

Baca juga :

Kalsel Punya Aset di Jakarta, DPRD Dorong Optimalisasi Guna Dongkrak PAD

Kembangankan Nusantara Living Laboratory, ULM Jalin Kerjasama Dengan Otorita IKN

Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia, 6 Tahun Berjuang Melawan Kanker

Nono melanjutkan, untuk materi lebih rinci tentang adendum, akan disiapkan pihaknya sevara lebih mendalam, sehingga menjadi proposal kenegaraan DPD RI.

Hal ini menurutnya, demi kedaulatan rakyat yang hakiki dan percepatan terwujudnya cita-cita dan tujuan lahirnya NKRI.

“Nanti pembahasan materi adendum dari DPD RI akan dipimpin oleh Prof Jimly Asshiddiqie dan pakar dari luar ada Prof Yusril Ihza Mahendra,” ucap Nono.

Sementara itu, Paduka Yang Mulia (PYM) Pangeran Cevi Isnendar dari Kerajaan Banjar menyambut baik disahkan RUU Pelestarian Kerajaan tersebut.

Sebab kata PYM Pangeran Cevi Isnendar, dengan disahkannya RUU Pelestarian Kerajaan ini, maka jalan kembali ke UUD 1945 naskah asli akan kembali terbuka.

“Dengan disahkannya RUU Pelestarian Kerajaan maka terbuka jalan kembali ke UUD 45 naskah asli, karena akan terpenuhinya wakil MPR dari utusan daerah yaitu kehadiran raja sultan dari seluruh wilayah Indonesia,” kata Pangeran Cevi.

IMG 20230715 WA0020
Rapat Paripurna DPD RI bersama Raja dan Sultan Nusantara yang menyepakati RUU Pelestarian Kerajaan. (Foto: DPD RI)

Seperti diketahui menurut Guru Besar Filsafat UGM, Prof. Kaelan dalam bukunya, negara ini sudah tidak berdasar kepada Pancasila, karena konstitusi hasil amandemen pada tahun 1999 hingga 2004, telah meninggalkan Pancasila sebagai identitas Konstitusi.

Masih menurut Guru Besar Filsafat UGM, padahal identitas suatu konstitusi adalah esensi dan substansi dari suatu konstitusi, sekaligus suatu ciri khas suatu konstitusi.

Salah satu ciri dari Konstitusi yang berdasar Pancasila dikatakan Prof. Kaelan, terdapat di Sila ke-3 dan Sila ke-4 yang menjadi penjelmaan seluruh elemen rakyat di dalam Lembaga Tertinggi Negara.

Karena menurutnya, peran MPR sebagai lembaga tertinggi negara yang melaksanakan sekaligus penjelmaan kedaulatan rakyat dan pemegang kekuasaan tertinggi pemerintahan Republik Indonesia telah dibubarkan.

Selain para anggota DPD RI, hadir juga dalam Sidang Paripurna DPD RI ke-12 Masa Sidang V Tahun Sidang 2022-2023 dihadiri para Raja dan Sultan Nusantara.

Antara lain Dr. Ir. H. Achmad Faisal Sapada SE MM. (Addatuang Sidenreng XXV, Sulsel), R.H. Rahardjo Djali AK. (Sultan Aloeda II Kesepuhan Cirebon, Jabar), Pangeran Syaiful Islam MT. Siradjuddin (Sultan Dompu, NTB), Brigjen Pol (P) Dr. A.A.  Andi Mapparessa MM. M.Si (Karaeng Turikale VIII, Sulsel), Dr. Yurisman Star (Kerajaan Tokotua Kabaena, Sultra), Pangeran Cevi Yusuf Isnendar (Sultan Banjar, Kalsel).

Kemudian, dihadiri juga Pangeran Handi (Raja Keprabon Cirebon, Jabar), Raden Luki Djohari Soemawilaga (Radya Anom Keraton Sumedang Larang, Jabar), Firdaus Bgd. Kayo (Perwakilan Kerjaan Jambu Lipo, Sumbar), YM.  Nedy Achmad  (Perwakilan Kerajaan Sekadau, Kalbar), YM. Datu Eddy Purnama SH. (perwakilan Kerjaan Bulungan, Kaltara), YM Zulkarnain (perwakilan Kerajaan Puri Denpasar, Bali) dan YM Dewi Ratna Muhlisa dari kesultanan Bima, NTB.

Adapun tujuan kehadiran dari para Raja dan Sultan se-Nusantara ini, guna memperkuat perjuangan DPD RI dalam mengkoreksi arah perjalanan bangsa.

Sekadar diketahui, para raja dan Sultan dalam Silaturahmi bersama DPD RI di Jakarta pada 23 Juni 2023 lalu juga menyepakati tiga tuntutan untuk disampaikan kepada seluruh komponen bangsa dan negara.

Hal ini disampaikan para Raja dan Sultan se-Nusantara demi Indonesia yang lebih berdaulat, adil, makmur dan beradab, serta untuk memastikan terwujudnya pelaksanaan alinea ke-IV Naskah Pembukaan UUD 1945.

Dari tiga tuntutan itu, yang pertama, menuntut lahirnya Konsensus Nasional agar Indonesia kembali menjalankan sistem bernegara sesuai rumusan para pendiri bangsa, dengan mengembalikan kedudukan MPR sebagai Lembaga Tertinggi Negara sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia, sekaligus sebagai pelaksana kedaulatan rakyat.

Kedua adalah menempatkan Utusan Daerah di dalam MPR dengan basis sejarah kewilayahan dan pemegang hak asal-usul sebagai penduduk Nusantara, yang menjadi faktor kunci lahirnya Republik Indonesia.

Tuntutan ketiga, meminta Pemerintah dan DPR RI untuk segera mengesahkan RUU tentang Perlindungan Pelestarian Budaya Adat Kerajaan Nusantara menjadi Undang-Undang.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love1
Cry0
Sad0
Happy1
Angry0
Surprise1
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

2026 09 12 14 57 47 perlindungan konsumen digital lpksm borneo kalimantan.jpg
Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung
12 September 2026, 16.03
IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05
IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34
66593275 5a57 44a2 a0fc a71c2d8589d7
KAKI Kalsel Soroti Dugaan Mafia Tanah HSS di Kejati
21 September 2026, 16.25

You Might Also Like

Kalsel Punya Aset di Jakarta, DPRD Dorong Optimalisasi Guna Dongkrak PAD

Kembangankan Nusantara Living Laboratory, ULM Jalin Kerjasama Dengan Otorita IKN

Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia, 6 Tahun Berjuang Melawan Kanker

Momen Khusyuk Salat Tarawih Perdana di Masjid Negara IKN

Hasil Sidang Isbat: 1 Ramadan 1447 H Jatuh Hari Kamis 19 Februari 2026

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?