TERAS7.COM – Jembatan yang berada Desa Pematang Hambawang, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar kondisinya rusak parah, hingga dikeluhkan masyarakat.
Keluhan masyarakat ini pun direspon Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar
Jembatan tersebut menghubungkan tiga desa yakni Desa Pematang Hambawang, Desa Danau Salak, Desa Surian dengan kondisi rusak parah.
Kepala Desa Pematang Hambawang, Badruzzaman mengatakan, jembatan tersebut kondisi rusak kurang lebih 15 tahun yang terbuat dari kayu ulin.
“Saya pernah memasukan dalam perencanaan kabupaten atau musrembang, sedang kepala desa sebelumnya juga pernah memasukan dalam musrembang,” jelasnya. Jumat (28/07/2023).
Ia menambahkan, jembatan tersebut berfungsi sebagai jalan pintas untuk ke tiga desa, serta akses bagi warga untuk berkebun, dan bertani.
“2021 akhir pernah dimasukkan dalam RPJM, mungkin karena letaknya jembatan di dalam sehingga tidak terpantau oleh PUPR,” ujarnya.
Semetara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga PUPRP Kabupaten Banjar, Jimmy, melalui Kepala Seksi (Kasi) Jembatan, Fahrurrazi menyampaikan, jika lokasi tersebut sudah dilakukan survei untuk mengetahui kondisinya.
“Tim kami sudah menyurvei lokasi untuk mengetahui kondisi jembatan tersebut, jadi kalau di identifikasi, jembatan itu panjangnya 7,2 meter, dan memiliki lebar 3,5 meter,” ujarnya.
Ia mengakui, kondisi jembatan di Desa Pematang Hambawang tersebut rusak berat, sehingga sebagian besar lantainya perlu diganti, dan ada beberapa yang masih bisa dipergunakan.
“Untuk kontruksi jembatan nanti, kami akan menyesuaikan bentuk asal, karena lebih cepat pengerjaannya, kalau beton pertama dari segi anggaran lebih besar dan kedua pelaksanaan lebih lama bisa memakan waktu sekitar 5 bulan,” uraiannya.
Fahrurrazi berjanji, jika PUPRP Kabupaten Banjar akan segera melakukan perbaikan jembatan tersebut, agar dapat dilintasi masyarakat setempat dengan aman dan nyaman.
“Tentu secepatnya akan kami perbaiki, diperkirakan mungkin Agustus 2023. Untuk estimasi anggaran kalau kami lihat dengan ukuran itu, dengan ketinggian bagian tanah sungai sekitar 1,5 meter, tiang 3 meter, perkiraan kami sekitar Rp.180 juta,” pungkasnya.