TERAS7.COM – Persoalan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) belum selesai, kini Kabupaten Banjar saat ini diteror kembali dengan seringnya musibah tanah longsor.
Informasi dari pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar melaporkan telah terjadi bencana tanah longsor di Desa Sungai Rangas Ulu RT 01 Kecamatan Martapura Barat, Senin (07/08/2023).
Peristiwa Tanah Longsor tersebut sudah dua kali terjadi, pertama pada Sabtu (05/08/2023) lalu sekitar pukul 03.00 WITA, dan kemudian disusul longsor kedua pada pukul 05.00 WITA.
Tanah longsor tersebut sediktnya merusakkan dua buah rumah milik warga, masing-masing pemiliknya Jumaah dan Maskanah yang dihuni dua jiwa.
“Penyebab longsor sendiri diakibatkan tekstur tanah yang labil tergerus air sungai, sedangkan area rumah berada di bantaran sungai,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Warsita.
Warsita melanjutkan, tim BPBD, TNI dan Polri serta aparat desa setempat ikut turun tangan ke lokasi untuk melakukan pertolongan, selain itu pihaknya juga melakukan pendataan terhadap pemilik rumah.
”Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai 17 juta rupiah, pihak Pusdalops PB juga menyebut potensi longsor lanjutan terhadap dua rumah tersebut bisa saja terjadi, dikarenakan tekstur tanah sudah retak,” lanjutnya.
Di tempat kejadian, korban rumah rusak akibat longsor, Maskanah mengatakan, semua keluarga selamat, namun berharap rumahnya dapat diperbaiki secepatnya.
“Alhamdulillah kami semua selamat, cuma rumah kami hancur,” ujarnya singakat.
Sekedar diinfokan sehari sebelumnya, juga terjadi tanah ambruk di Desa Mali Mali RT 2 Kecamatan Karang Intan.
Longsornya tanah di Mali-Mali diperkirakan dengan panjang longsor sekitar 30 meter, meski demikian jalan tersebut masih bisa dilalui oleh warga.