TERAS7.COM – Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Warsita mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
Bukan tanpa alasan, sebab hingga kini, dari data rekapitulasi hotspot atau titik api tercatat ada 327 di Kabupaten Banjar.
Dari jumlah tersebut luasan lahan yang terbakar 394 hektar, serta 2 unit rumah milik warga di Kecamatan Sungai Tabuk ikut terdampak.
Apalagi kata Warsita, saat ini banyak dari petani yang sudah melakukan panen terhadap tanaman padinya.
Oleh karenanya, ia mengimbau agar petani tidak membakar jerami padinya yang bisa memicu terjadinya karhutla.
“Jangan membakar jerami padi dengan alasan kesuburan tanah, bebas hama dan biaya murah untuk jangka pendek, padahal kedepannya akan boros untuk pemeliharaannya, seperti penggunaan pupuk yang begitu banyak,” ujarnya.
Ia menyebut kerugian yang diakibatkan oleh karhutla tidak bisa dihitung, yang jelas asapnya berdampak pada lingkungan dan masyarakat, jadwal penerbangan yang harus delay dan lainnya.
“Lebih banyak mudharatnyalah,” ungkapnya.
Adapun untuk wilayah yang diprioritaskan penanganan oleh pihaknya berada di 8 kecamatan, yakni Martapura, Martapura Barat, Astambul, Gambut, Beruntung Baru, Mataraman, Cintapuri Darussalam dan Kecamatan Sungai Tabuk.