Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Peringati Hari Lahir Ke 96, Ini Yang Dilakukan NU Kalsel Di Martapura
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Peringati Hari Lahir Ke 96, Ini Yang Dilakukan NU Kalsel Di Martapura

Rizki Saputera
Rizki Saputera 24 Maret 2019, 19.07
Share
DCIM2352
SHARE

TERAS7.COM – Nahdhatul Ulama (NU) merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan yang didirikan oleh para ulama dibawah pimpinan KH. Hasyim Asy’ari pada 16 Rajab 1344 Hijriyah atau 31 Januari 1926 Masehi.

NU didirikan oleh para ulama ini menjadi benteng aqidah ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) bagi ummat islam Indonesia yang menganut aqidah Asy’ariyah dan bermahzab fiqih Syafi’iyah untuk membendung pembaharuan islam pada masa itu yang menghendaki pelarangan semua amaliah kaum sunni.

Untuk memperingati kelahiran salah satu ormas islam tertua di Indonesia ini, PWNU Kalimantan Selatan dan PCNU Kabupaten Banjar melaksanakan Istighotsah Kubro, Tahlil dan Sholawat Asyghil dalam rangka Hari lahir NU ke 96 pada minggu sore (24/3) atau bertepatan 17 Rajab 1440 Hijriah di RTH Ratu Zalecha Martapura.

Pelaksanaan Istigoshah Kubra, Tahlil dan Sholawat Asyghil ini juga sekaligus melaksanakan peringatan Isra Mi’raj ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting, diantaranya Ketua PWNU Kalsel Abdul Haris Makkie, Ketua MUI Kabupaten Banjar KH. Fadlan Asy’ari, Ketua DPRD Kabupaten Banjar H. Rusli, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina dan Bupati Tanah Bumbu Sudian Noor serta para alim ulama.

WhatsApp Image 2019 03 24 at 17.56.37
Beberapa tokoh hadir, diantaranya Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina

Ketua PWNU Kalsel, Abdul Haris Makkie mengatakan peringatan hari lahir NU ke 96 ini merupakan ajang silaturahmi bagi warga Nahdliyin.

Baca juga :

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Dispersip Banjar Butuh Air Bersih, BPBD Langsung Kirim 2.500 Liter

“Kami juga menyampaikan bagi warga NU agar bersama-sama pemerintah dapat menjaga keamanan dan ketertiban serta menjaga persatuan untuk mewujudkan pembangunan di Kalsel, apalagi sekarang mendekati pelaksanaan Pemilu Serentak,” ujar Abdul Haris Makkie.

Hal ini menurutnya sangat penting untuk menjaga NKRI dan menjaga perjuangan para founding father, termasuk para ulama yang tergabung dalam NU ketika mewujudkan Indonesia merdeka.

“Hasil perjuangan founding father yang kita warisi hari ini harus kita jaga, harga mati, harus tegak bahkan di masa sesulit apapun. Caranya dengan mewujudkan kebersamaan antara ulama dan umara,” ucapnya.

DCIM2351
Ratusan orang warga Nahdliyin dan ormas lain dibawah NU menghadiri acara ini

Ia menambahkan NU sebagai ormas islam terbesar ini harus terlibat dalam keputusan negara dalam mengatur dan mensejahterakan ummat islam, khususnya Nahdliyin yang menjadi mayoritas muslim Indonesia.

“Kita mulai dengan memfungsikan secara maksimal pondok pesantren sebagai lembaga kaderisasi NU di masa depan, diharapkan NU bangkit dan menjadi besar melalui generasi muda untuk mempertahankan aqidah Aswaja dari pihak yang tak bertanggungjawab. Juga kita harus fokus pula pada tantangan masa depan, yaitu industri 4.0, kita harus mampu mengawal ummat dan tradisi yang diwariskan pada kita,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan ini.

Ketua MUI Kabupaten Banjar, KH. Fadlan Asy’ari yang juga merupakan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Banjar saat mengisi tausyiah dalam acara ini mengingatkan bahwa fungsi NU adalah penjaga aqidah Aswaja di Indonesia.

“Kita tidak pernah keluar dari aqidah yang diwariskan Rasulullah, kita menjaga aqidah kita sama dengan aqidah Khulafaur Rasyidin, Tabi’in, Tabi’it Tabi’in dan ulama penerusnya, inilah aqidah yang kita sebut dengan Ahlussunnah Wal Jamaah,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan agar ummat islam jangan mau diadu domba dan jangan mencaci maki apalagi mengghibah sesama muslim.

WhatsApp Image 2019 03 24 at 17.56.36
Ketua MUI Kabupaten Banjar sekaligus Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Banjar, KH. Fadlan Asy’ari

“Setiap muslim itu bersaudara. Ibaratnya ujar Rasullullah, kita ini satu jasad, satu tubuh. Kalau ada satu bagian tubuh yang sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan sakit. Begitu pula ummat islam, jika satu sakit maka semuanya akan merasakan sakit yang sama,” ujar KH. Fadlan Asy’ari.

Ia juga mengatakan bahwa muslim yang suka menggibah dan memfitnah sesama muslim sama seperti memakan bangkai daging saudaranya yang sudah mati.

“Mau tidak memakan bangkai saudara sendiri? Tentu saya tidak mau kan? Itu ibaratnya menurut Al Quran jika kita mau terpecah belah. Selain itu dosa yang di ghibah atau yang difitnah akan pindah ke yang mengghibah dan memfitnah, sungguh rugi di dunia apalagi di akhirat,” katanya.

Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Banjar ini juga mengatakan solusi bagi ummat islam agar bersatu adalah dengan cara dekat dengan ulama dan meminta nasihat para ulama.

“Jangan sampai ulama jauh dari ummat, karena pada Akhir Zaman, ummat akan jauh dari ulama, akan jadi kerugian yang amat besar,” tambahnya.

Lanjutnya, ada 3 bala atau bencana yang terjadi jika ummat menjauhi ulama dan tidak mau hadir di majelis pengajiannya, apalagi bila tidak mau meminta petuahnya sama sekali.

“3 macam bala tersebut adalah Allah akan mencopot keberkatan dari usaha mereka, dikuasainya mereka pemimpin yang dzolim dan keluar dari dunia atau mati tidak bawa iman. Jadi mati dalam keadaan suul khotimah, semoga kita terhindar dari yang demikian,” tutup KH. Fadlan Asy’ari.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
7 Reviews 7 Reviews

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15

You Might Also Like

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Dispersip Banjar Butuh Air Bersih, BPBD Langsung Kirim 2.500 Liter

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Ketua DPRD Banjar Hadiri Upacara Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?