TERAS7.COM – Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby dan Wakil Wali Kota Wartono sejak dilantik pada 21 Juni 2025 mulai menunjukkan perubahan nyata dalam penataan wajah ibu kota Kalimantan Selatan.
Melalui visi Banjarbaru Emas (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera), pasangan Lisa-Wartono fokus menghadirkan kota yang lebih tertata, nyaman, hijau, dan ramah bagi masyarakat.
Komitmen mewujudkan “Banjarbaru Elok” diwujudkan melalui berbagai program prioritas yang langsung menyentuh kebutuhan warga. Mulai dari perbaikan rumah tidak layak huni, penanganan banjir, pembangunan drainase, hingga mempercantik ruang-ruang kota.
Salah satu program unggulan yang menjadi perhatian Lisa-Wartono adalah Barakat Gawi Banjarbaru. Lewat program ini, rumah warga yang sebelumnya tidak layak huni diperbaiki menjadi tempat tinggal yang lebih sehat, aman, dan nyaman.
Sepanjang tahun 2025, sebanyak 159 rumah berhasil ditangani. Program tersebut terus dilanjutkan pada tahun 2026 dengan penanganan kembali terhadap 102 rumah melalui dukungan APBD Kota Banjarbaru, perusahaan daerah, serta mitra strategis.
Selain fokus pada hunian masyarakat, Pemerintah Kota Banjarbaru juga bergerak memperkuat infrastruktur sumber daya air untuk mengurangi risiko banjir dan menjaga kualitas lingkungan kota.
Berbagai pekerjaan strategis dilakukan melalui normalisasi sungai dan saluran drainase di sejumlah wilayah. Di antaranya normalisasi Sungai Makmur, Sungai Batu Kapur, Sungai Tambak Buluh, Sungai Sukamara Ujung, Sungai Besar, hingga Sungai Kuranji di kawasan Landasan Ulin.
Pemerintah juga melakukan normalisasi saluran di kawasan Embung Liang Anggang–Peramuan, Jembatan 2 Hulu, Guntung Manggis, Landasan Ulin Timur, Palam, serta pembersihan sungai dan saluran secara tersebar di berbagai titik kota.
Untuk mendukung sistem pengendalian air yang lebih modern dan terintegrasi, pembangunan embung dan kolam retensi turut diperkuat.
Embung Gunung Kupang terus ditingkatkan kapasitasnya, Embung Cempaka dinormalisasi, sementara kolam retensi dibangun di kawasan Guntung Jingah dan sekitar Puskesmas Kemuning.
Tak hanya itu, pembangunan dan rehabilitasi drainase juga dilakukan secara masif di berbagai kawasan permukiman warga, seperti Guntung Paikat, Sungai Besar, Sungai Ulin, Loktabat Utara, Landasan Ulin, Guntung Manggis, hingga Mentaos.
Seluruh langkah tersebut menjadi bagian dari investasi jangka panjang agar Banjarbaru semakin tangguh menghadapi perubahan iklim dan musim hujan.
Di sisi lain, wajah kota juga terus dipercantik melalui revitalisasi taman dan median jalan, peremajaan penerangan jalan umum, penataan kabel jaringan, pengelolaan persampahan, hingga penertiban bangunan liar.
Penataan tersebut dilakukan untuk menghadirkan Banjarbaru yang lebih bersih, hijau, tertata, dan nyaman sebagai kota modern sekaligus ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan.
Dalam satu tahun kepemimpinan Lisa-Wartono, konsep “Banjarbaru Elok” bukan hanya sekadar slogan pembangunan, tetapi mulai diwujudkan melalui perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.