TERAS7.COM – Tepat satu tahun memimpin Kota Banjarbaru sejak dilantik pada 21 Juni 2025, Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby bersama Wakil Wali Kota Wartono terus memperkuat langkah mewujudkan visi Banjarbaru Emas (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera).
Pada aspek “Banjarbaru Maju”, pasangan Lisa-Wartono fokus membangun kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan.
Berbagai program yang dijalankan diarahkan untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik, layanan kesehatan yang lebih cepat, serta lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Salah satu program prioritas yang dijalankan adalah Semangat Bersekolah. Program ini memberikan bantuan perlengkapan sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP dari keluarga kurang mampu agar anak-anak tetap semangat belajar meski memiliki keterbatasan ekonomi.
Sepanjang tahun 2025, sebanyak 399 siswa menerima bantuan perlengkapan belajar. Program tersebut kembali dilanjutkan pada tahun 2026 dengan penyaluran bantuan kepada 250 siswa.
Selain itu, Pemerintah Kota Banjarbaru juga melakukan rehabilitasi sanitasi sekolah melalui program Sanitasi Aman Sekolah. Program tersebut bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat, aman, dan nyaman bagi para siswa.
Pada tahun 2025, rehabilitasi dilakukan terhadap tujuh sanitasi sekolah dasar dan tiga sanitasi sekolah menengah pertama di Banjarbaru.
Komitmen Lisa-Wartono di bidang pendidikan turut membuahkan capaian membanggakan. Pada tahun 2026, Banjarbaru berhasil meraih Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pendidikan tertinggi di Kalimantan Selatan dengan nilai 88,94 atau kategori Tuntas Madya.
Capaian tersebut menjadi indikator bahwa kualitas layanan pendidikan di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan ini terus mengalami peningkatan.
Tidak hanya itu, Banjarbaru juga menjadi kota pertama di Indonesia yang membentuk Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap anak dapat belajar dengan tenang, nyaman, dan bebas dari rasa takut di lingkungan sekolah.
Di sektor kesehatan, Pemerintah Kota Banjarbaru juga menjalankan program Cepat Tanggap Layanan Kesehatan dan Penjagaan Stunting.
Program tersebut diwujudkan melalui layanan ambulans gratis, percepatan vaksinasi HPV, program satu juta vaksin KORPI, hingga screening kesehatan untuk TBC, HIV, dan hepatitis.
Lalu, Pemerintah Kota Banjarbaru juga meningkatkan pelayanan Posyandu enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta memperkuat upaya pencegahan stunting melalui pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan anak.
Bak gayung bersambut, komitmen nyata di bidang kesehatan itupun mendapat pengakuan di tingkat nasional. Pada tahun 2025, Banjarbaru berhasil meraih penghargaan Anugerah Kabupaten/Kota Sehat (KKS) kategori Swasti Saba Wiwerda dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Prestasi tersebut menjadikan Banjarbaru sebagai satu-satunya daerah dari 13 Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan yang berhasil meraih predikat Wiwerda.
Berbagai program dan capaian itu menjadi bagian dari langkah Lisa-Wartono dalam mewujudkan Banjarbaru Maju, yakni kota yang terus berkembang melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.