TERAS7.COM – Tungro merupakan salah satu penyakit yang menyerang tanaman padi, khususnya varietas lokal yang mayoritas dibudidayakan di Kabupaten Barito kuala (Batola).
Salah satu wilayah endemis penyakit tungro yakni Desa Patih Selera Kecamatan Belawang.

“Serangan tungro di musim tanam sebelumnya, berdampak menurunnya hasil panen petani di Desa Patih Selera, sehingga untuk musim tanam tahun ini dilakukan pengendalian berupa eradikasi tanaman inang yang menjadi sumber penyakit seluas 30 ha,” kata Marlena, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kecamantan Belawang, Rabu 13/1/2022).
Sementara itu, Fauzan Muslim, selaku Koordinator POPT Kabupaten Barito Kuala mengatakan, apabila penyakit tersebut menyerang tanaman padi bisa berakibat petani gagal panen.
Fauzan menambahkan, tanaman padi yang terserang tungro ditandai pertumbuhan terhambat, kerdil dan jumlah anakan berkurang, daun menguning sampai jingga mulai dari pucuk pada daun kedua.

Lebih lanjut, menurutnya, cara pengendalian penyakit tungro yakni dengan pengendalian tanaman eradikasi sumber serangan atau tanaman sakit, sanitasi rerumputan/tanaman inang, penggunaan varietas yang tahan tungro, dan aplikasi insektisida terhadap wereng hijau jika ditemukan.
“Untuk pencegahan serangan tungro di Kabupaten Barito Kuala, musim tanam tahun ini akan dilakukan sedini mungkin,” timpal Fauzan.
Untuk itu, dikatakannya, semua petugas POPT setiap kecamatan diintruksikan untuk mengajak petani agar melakukan pengamatan dan pengendalian apabila mendapati ada serangan tungro di lahan petani.
“Petani pun apabila mendapati tanamannya terkena penyakit tungro agar bisa segera menghubungi petugas POPT atau PPL desa bersangkutan sehingga pengendalian dapat dilakukan sedini mungkin,” pungkasnya.