TERAS7.COM – Bupati Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan harapannya usai meresmikan Intake Air Baku dan Jaringan Perpipaan PDAM di Desa Sebelimbingan Kecamatan Pulau Laut Utara pada Kamis (22/02/22).
“Dengan Intake air baku dan jaringan perpipaan yang baru ini diharapkan dapat membantu PDAM dalam meningkatkan pelayanan pendistribusian air bersih ke seluruh pelanggan di Kabupaten Kotabaru,” sebut Sayed Jafar dalam paparannya.
Bupati juga berpesan agar jajaran direksi PDAM terus berkomitmen dan menjalin sinergitas dengan pemerintah daerah dalam upaya peningkatan pelayanan guna memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat.
Terlebih dengan adanya tambahan kapasitas ini, maka akan menambah peningkatan layanan dan jumlah pelanggan di Kabupaten Kotabaru.
“Harapan saya, air baku ini benar-benar tersalur kepada masyarakat, sehingga masyarakat kabupaten Kotabaru khususnya yang ada di kecamatan Pulau Laut Utara dan Kecamatan Pulau Laut Sigam tidak lagi kekurangan air bersih,” ucapnya.
Dengan semakin bertambahnya jumlah pelanggan air bersih di Kotabaru, maka kedepan kami harapkan agar dapat dibangun intake-intake air baku lainnya yang tentunya akan memberikan manfaat bagi peningkatan distribusi dan debit air bersih serta pencegahan terhadap banjir di beberapa wilayah terdampak di Desa Sebelimbingan dan sekitarnya.
“Untuk itu kepada masyarakat sekitar agar dapat ikut menjaga dan merawat bangunan ini sehingga infrastruktur air bersih ini dapat beroperasi secara aman dan maksimal,” imbaunya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kotabaru Suprapti Tri Astuti melaporkan, bahwa pembangunan intake air ini menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2022 yang berasal dari DPA Dinas PUPR dengan pagu anggaran kurang lebih 17,4 miliar dan masa kontrak 75 hari kerja mencapai nilai kontrak kurang lebih 16 miliar.
“Adapun kontrak pengawasan senilai 354 juta lebih, jasa konstruksi dikerjakan oleh Perusahaan PT Putra Kalimantan bersatu yang beralamat di Banjarmasin adapun penyedia jasa pengawasan dikerjakan CV Tika Kreatif Desain Konsultan,” terang Suprapti.

Ia juga menjelaskan pembangunan intake Sebelimbingan berupa satu bendungan dengan spesifikasi berupa konstruksi beton bertulang dengan mutu beton K 250, kemudian tinggi mercu 2,5 meter dan luas genangan kurang lebih 1.875 meter kubik kemudian volume genangan air 4.687,5 meter kubik atau sekitar empat juta liter kubik lebih.
“Dengan jumlah itu mampu melayani 38 ribu jiwa yang berada di Pulau Laut Utara, secara, kebutuhan sumber air baku sebenarnya sudah terpenuhi dengan mempunyai ketersedian air yang cukup di Kotabaru, tetapi pengolahan kita masih kecil sekali, dimana volume pengolahan yang dimiliki oleh pemerintah daerah masih kecil, berkisar kurang lebih 30 meter kubik berada di Gunung Sari, kemudian 40 meter kubik yang berada di Gunung Ulin,” jelasnya.
“Apabila kita ingin memenuhi kebutuhan masyarakat, maka kita harus membangun lagi pengolahan air bersih kurang lebih 100 meter kubik setiap pengolahan air dengan intake betonisasi bertulang yang sama K 250,” tandas Suprapti.
Ia juga berharap kepada beberapa SKPD terkait dalam pengolahan hutan dan lingkungan agar dapat memperhatikan lingkungan hulu dari bendungan untuk menghindari pengaruh terhadap sumber yang akan masuk intake Sebelimbingan.
Sementara itu, Plt Direktur PDAM Kotabaru Tri Basuki mengatakan adanya intake air baku dan jaringan perpipaan di Desa Sebelimbingan ini sebagai bentuk komitmen untuk melayani masyarakat terhadap air bersih.
“Kita berharap dukungan kembali kepada pemerintah daerah, provinsi maupun pusat dalam rangka pengembangan PDAM, kita harus menambah kembali intake-intake baru sampai kita mempunyai tampungan air baku sebesar 3 juta kubik,” ungkapnya.