Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Dari Mitos ke Sains: Empirisme dan Perjalanan Manusia Mencari Kebenaran
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Dari Mitos ke Sains: Empirisme dan Perjalanan Manusia Mencari Kebenaran

Ahmad Fauzi
Ahmad Fauzi 20 Oktober 2025, 11.14
Share
Godfrey Kneller Portrait of John Locke Hermitage
Potret John Locke, tokoh yang mengubah cara manusia memahami pengetahuan. Baginya, pengalaman adalah guru utama yang membentuk pikiran.
SHARE

TERAS7.COM – Sejak zaman purba, manusia selalu memiliki rasa ingin tahu yang tak pernah padam. Mengapa hujan turun? Mengapa api panas? Mengapa petir menyambar langit? Pertanyaan-pertanyaan sederhana inilah yang menuntun manusia dari dunia mitos menuju dunia ilmu pengetahuan.

Dulu, sebelum logika ilmiah dikenal, berbagai fenomena alam dijelaskan lewat cerita mitologi. Gunung meletus karena murka dewa, atau hujan turun karena tangis roh langit. Mitos menjadi sarana manusia memahami realitas di tengah keterbatasan akal. Namun seiring berkembangnya nalar, manusia mulai menemukan bahwa dunia bergerak mengikuti hukum alam yang bisa diamati dan dipahami.

Dari sinilah lahir sebuah pandangan besar dalam filsafat ilmu: empirisme.

Apa Itu Empirisme?

Empirisme menegaskan bahwa pengetahuan berasal dari pengalaman inderawi — dari apa yang kita lihat, dengar, sentuh, dan rasakan. Tokoh Inggris John Locke menyebut manusia lahir seperti tabula rasa, atau “kertas kosong” yang diisi oleh pengalaman hidupnya.

Baca juga :

Sukses Jalankan Tugas HUT ke-81 RI, Paskibraka Tanah Bumbu Dapat Apresiasi dari Bupati

HUT ke-81 RI Jadi Momentum PKK Tanah Bumbu Perkuat Komitmen Dukung Pembangunan

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Berbeda dengan rasionalisme yang menekankan peran akal, empirisme justru percaya bahwa pengalaman adalah guru pertama manusia. Kita tahu api panas bukan karena teori, melainkan karena pernah merasakannya sendiri.

Tokoh lain seperti George Berkeley dan David Hume memperdalam pandangan ini. Berkeley menegaskan bahwa sesuatu hanya “ada” sejauh dapat dipersepsi oleh indera. Sedangkan Hume menantang pandangan umum tentang sebab-akibat, dengan mengatakan bahwa keteraturan yang kita lihat hanyalah kebiasaan berpikir manusia, bukan kebenaran mutlak.

Dari Tradisi Lisan ke Budaya Tulis

Salah satu titik penting dalam sejarah empirisme adalah lahirnya budaya tulis-menulis. Jika dalam masyarakat lisan pengetahuan mudah hilang bersama ingatan, maka tulisan membuat pengetahuan bisa bertahan lintas generasi.

Tulisan memungkinkan manusia mengabadikan pengalaman menjadi ilmu. Melalui tulisan pula, hasil pengamatan dapat diuji, dikritik, dan dikembangkan — menjadi dasar kemajuan sains yang kita nikmati sekarang.

Relevansi Empirisme di Dunia Modern

Kini, di era digital, semangat empirisme justru semakin kuat. Dunia modern bergerak dengan prinsip evidence-based — setiap kebijakan, penelitian, bahkan opini publik ditopang oleh data dan bukti.

Namun di balik banjir data dan grafik, muncul pertanyaan mendasar:

Apakah semua yang bisa diukur otomatis menjadi kebenaran?

Empirisme mengingatkan kita bahwa bukti empiris penting, tetapi tidak segalanya. Ada nilai-nilai moral, spiritual, dan kemanusiaan yang tak bisa dihitung dengan angka, namun tetap menentukan arah hidup manusia.

Akhir Kata

Empirisme bukan sekadar teori filsafat. Ia adalah cermin perjalanan manusia memahami dunia. Dari mitos yang mistis menuju sains yang rasional, dari keyakinan menuju pembuktian, dari dogma menuju pengamatan. Dalam setiap eksperimen, penelitian, hingga pengalaman sehari-hari, semangat empirisme terus hidup:
belajar dari pengalaman, mencari bukti, dan tak pernah berhenti bertanya

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love3
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

20260721 095341
Bibit Pemain Sepak Bola Siap Berlaga Diajang GSI Asahan 2026
20 Juli 2026, 17.54
IMG 20260720 222408
Dugaan Korupsi Seret Dinkes Kabupaten Banjar, Kejari Geledah Kantor dan Sita 48 Dokumen
20 Juli 2026, 22.34
b64aef3c 0611 4575 a009 f17384d9d012
Pemalsuan Dokumen Tanah, Kuasa Hukum PT AGM: “Terdakwa Sudah Beberapa Kali Melakukan Hal Serupa”
21 Juli 2026, 20.20
83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48

You Might Also Like

Sukses Jalankan Tugas HUT ke-81 RI, Paskibraka Tanah Bumbu Dapat Apresiasi dari Bupati

HUT ke-81 RI Jadi Momentum PKK Tanah Bumbu Perkuat Komitmen Dukung Pembangunan

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Masuk Kios Warga di Martapura, Seekor Biawak Langsung Diamakan Petugas Damkar

Wabup Balangan Tekankan Pencegahan Dini Karhutla, Minta Edukasi Masyarakat Diperkuat

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?