Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Debit Air Sungai Irigasi Riam Kanan Berkurang, Kematian Ikan Budidaya Masih Normal
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Debit Air Sungai Irigasi Riam Kanan Berkurang, Kematian Ikan Budidaya Masih Normal

Rizki Saputera
Rizki Saputera 20 September 2019, 17.06
Share
KJA
Sebagian masyarakat yang berada di aliran sungai irigasi Riam Kanan melakukan budidaya ikan tawar dengan Keramba Jaring Apung (KJA). Foto : Net
SHARE

TERAS7.COM – Memasuki musim kemarau panjang, tak hanya kebakaran hutan dan lahan (Kalhutla) dan kabut asap saja yang terjadi, debit air di sungai irigasi Riam Kanan pun berkurang karena hujan tidak turun.

Hal ini membuat pembudidaya ikan yang berada di aliran sungai Irigasi Riam Kanan harus berhati-hati, baik pembudidaya di Keramba Jaring Apung (KJA) dan kolam agar ikan budidayanya tidak mati dalam jumlah besar.

Kabid Perikanan Budidaya Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Banjar, Agus Suprantio melalui Kasi Kesehatan Ikan Dan Lingkungan, Muryani Hastuti saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat (20/9) mengatakan kasus kematian ikan budidaya di Kabupaten Banjar tak signifikan.

“Untuk kasus kematian ikan akibat musim kemarau pasti ada, namun berdasarkan laporan yang kami terima dari pembudidaya ikan, kematian ikan budidaya akibat musim kemarau hingga saat ini masih normal dan tidak signifikan,” ujarnya.

WhatsApp Image 2019 09 20 at 16.07.44
Kasi Kesehatan Ikan Dan Lingkungan Dinas Perikanan Kabupaten Banjar, Muryani Hastuti

Kematian ikan budidaya akibat musim kemarau sendiri banyak terjadi di KJA, diakibatkan suhu udara yang ekstrim, juga kandungan oksigen terlarut (DO) dan PH dalam air berubah.

Baca juga :

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

“Kami sudah melakukan antisipasi dengan memberikan pengumuman melalui radio Alkaromah Martapura kepada pembudidaya ikan agar ikan yang sudah dapat bisa dikonsumsi bisa segera dipanen dan dijual serta menunda menebar bibit untuk menghindari kerugian akibat kematian ikan dalam jumlah besar,” katanya.

Jika ikan budidaya belum siap di panen, Diskan Kabupaten Banjar juga meminta pembudidaya ikan menyediakan penampungan air dan menyimpan dana menjelang masa panceklik agar kerugian bisa dihindari sebisa mungkin.

“Kami sendiri sudah melakukan kunjungan ke lapangan, misalnya ke Desa Mali-Mali, Kecamatan Karang Intan. Di sana air sungai sudah bisa diseberangi dengan berjalan kaki, tapi Alhamdulillah air masih mengalir sehingga masih bisa diantisipasi,” terangnya.

Sebelumnya Diskan Kabupaten Banjar telah mengumumkan kepada seluruh Pembudidaya Ikan Pengguna Air Irigasi di Kecamatan Aranio, Karang Intan, Martapura Dan Martapura Barat mengenai pengaturan pola operasi turbin PLTA oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Dan Penyaluran Kalimantan Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan Barito karena kondisi cuaca sekitar Waduk Riam Kanan dan kondisi DMA (Duga Muka Air) yang rendah mencapai 55.57 m (data per tanggal 11 september 2019 pukul 08.00) hingga datangnya musim hujan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Diskan menghimbau kepada seluruh pembudidaya ikan untuk berhati-hati dan dapat melakukan langkah-langkah persiapan untuk mengantisipasi hal tersebut dengan menampung air sebagai cadangan keperluan air untuk budidaya perikanan.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
4 Reviews 4 Reviews

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

2026 09 12 14 57 47 perlindungan konsumen digital lpksm borneo kalimantan.jpg
Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung
12 September 2026, 16.03
IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05
IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34
66593275 5a57 44a2 a0fc a71c2d8589d7
KAKI Kalsel Soroti Dugaan Mafia Tanah HSS di Kejati
21 September 2026, 16.25

You Might Also Like

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Dispersip Banjar Butuh Air Bersih, BPBD Langsung Kirim 2.500 Liter

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?