TERAS7.COM – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari, menegaskan perlunya penanganan banjir secara terpadu di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Hal tersebut disampaikannya saat melanjutkan kegiatan reses di Desa Sungai Kupang dan Desa Gambah Dalam Barat, Kecamatan Kandangan, Selasa (20/1/2026).
Dalam pertemuan bersama warga Desa Sungai Kupang, persoalan banjir menjadi aspirasi utama masyarakat. Warga mengusulkan peninggian rumah serta penataan sungai dan drainase guna mengurangi luapan air yang kerap merendam permukiman.
Desy menyampaikan, reses kali ini sengaja melibatkan dinas teknis agar penanganan banjir tidak bersifat parsial. Ia menekankan pentingnya sinergi antara DPRD dan perangkat daerah dalam merumuskan solusi yang konkret dan berkelanjutan.
Atas permintaan Desy, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Hulu Sungai Selatan turut hadir dan menjelaskan rencana penanganan banjir. Perwakilan PUPR menyampaikan bahwa pada tahun 2026 telah direncanakan pengerukan sungai sepanjang sekitar 35 kilometer sebagai solusi jangka menengah untuk menekan risiko banjir.
Selain berdampak pada permukiman, banjir juga dirasakan serius oleh masyarakat Desa Gambah Dalam Barat yang mayoritas bergantung pada sektor pertanian. Genangan air yang berlangsung lama dinilai mengancam lahan pertanian dan berpotensi menyebabkan gagal panen.
Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Desy menghadirkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Lutfiana, untuk memberikan penjelasan langsung kepada warga. Dalam kesempatan itu disampaikan pentingnya penguatan program asuransi tani sebagai bentuk perlindungan bagi petani dari risiko gagal panen akibat banjir yang berlangsung lebih dari tiga hari.
Desy menegaskan seluruh aspirasi masyarakat, baik terkait infrastruktur pengendalian banjir maupun perlindungan sektor pertanian, akan dicatat dan diperjuangkan melalui pembahasan kebijakan bersama pihak terkait. Ia berharap langkah terpadu ini mampu memberikan rasa aman bagi warga serta menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Hulu Sungai Selatan.