TERAS7.COM – Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Kabupaten Banjar saat ini sudah memasuki zona kuning setelah sebelumnya keluar dari status merah dan menjadi oranye.
Hal ini membuat Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar berencana untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka di semester genap pada awal tahun 2021, sehingga Kepala sekolah tingkat SD hingga SMP bahkan sudah disosialisasikan terkait pembelajaran tatap muka.
Ada 2 sekolah yang rencananya akan kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka dan ditunjuk menjadi percontohan penerapan protokol kesehatan di sekolah, yaitu SMPN 1 Martapura Barat dan SDN Penggalaman 2.
Plt Kadisdik Kabupaten Banjar, HG Ikhwansyah pada Senin (2/11) mengungkapkan sekolah di Kabupaten Banjar sudah siap dibuka karena sarana dan prasarana sekolah sudah siap, selain karena keinginan sebagian besar orang tua menginginkan agar segera dilakukan pembelajaran tatap kembali.
“Namun pada semester genap nanti tak semua sekolah boleh melakukan pembelajaran tatap muka. Hanya sekolah yang berada di zona kuning dan hijau yang dibolehkan melakukan pembelajaran tatap muka. Zona ini ditentukan oleh gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Banjar per kelurahan dan desa. Sehingga jika Sekolah berada di zona oranye maka tidak direkomendasikan untuk melakukan pembelajaran tatap muka,” jelasnya.
Ikhwan mengungkapkan selain persyaratan zona, sekolah juga harus memenuhi check list persyaratan terdiri dari kesiapan pembelajaran, sarana prasarana dan kurikulum, juga persetujuan orang tua siswa dan kepala desa atau lurah setempat.
Ikhwan menambahkan waktu 2 bulan ini adalah waktu yang cukup untuk sekolah mempersiapkan diri untuk melengkapi sarana prasarana pembelajaran tatap muka.
“Semakin cepat sekolah melakukan persiapan maka semakin baik, waktunya tinggal dua bulan lagi,” ucapnya.
Meski begitu ia minta sekolah tak memaksakan siswa dan orangtua siswa, sehingga jika ada siswa yang tak berkenan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka, maka guru juga harus memberikan pembelajaran secara jarak jauh seperti saat ini.
“Sistemnya nanti sekolah yang membuat, yang penting tidak boleh ada yang terpaksa dan semua siswa mendapatkan pembelajaran,” pungkasnya.

Rencana ini pun mendapat apresiasi dari Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjar, Ahmad Sarwani yang berharap pemerintah mengutamakan membuka kembali sekolah-sekolah yang ada di kawasan zona hijau.
“Kami akan memberikan support rencana dari Dinas Pendidikan tersebut. Kita menyarankan agar mencontoh pesantren yang lebih dulu melakukan kegiatan belajar tatap muka, misalnya dalam sebuah kelas ada 50 siswa, maka dapat dibagi setiap harinya, kalau hari ini dari absen nomor 1-25, besoknya yang turun dari absen nomor 26-50,” ujarnya.
Meskipun masih dalam kondisi seperti ini, Sarwani mengatakan bahwa hak anak dalam mendapatkan pembelajaran harus diutamakan.
“Yang penting dalam prakteknya nanti selalu menerapkan protokol kesehatan,” pesan politisi Nasdem ini.