TERAS7.COM – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Banjar menggelar Bursa Inovasi Desa 2019 di Aula Kantor Kecamatan Martapura kota pada Kamis (25/7).
Bursa Inovasi Desa yang diikuti empat kecamatan yang dinamakan cluster empat, yaitu Martapura Kota, Sambung Makmur, Telaga Bauntung, dan Sungai Pinang ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Banjar, Saidi Mansyur.
Saidi Mansyur mengatakan ajang ini dapat menjadi media silaturahmi yang baik bagi desa-desa untuk menggali potensi mereka melalui kemandirian bertukar informasi.
“Mudah-mudahan dari kegiatan ini memberikan informasi yang baik satu sama lain bisa menggali lagi potensi-potensi desa guna mensjahterakan masyarakat,” ujarnya.

Saidi menambahkan diperlukan peran aktif dari pembakal dan aparat desa dari 227 desa di Kabupaten Banjar untuk memberikan dorongan bagi pemerintah daerah dalam memberikan pembinaan dan pengawasan roda pemerintahan desa.
“Untuk itu, kita berpesan melalui kegiatan kita dapat menjalin komunikasi yang aktif dari desa melalui kecamatan karena camat adalah pembina langsung untuk menjalankan roda pemerintahan desa,” katanya.
Saidi menginginkan tidak ada terjadi miskomunikasi satu sama yang lain, karena jika terjadi miskomunikasi di pemerintahan desa sendiri akan ada kendala dalam menyelenggarakan pembangunan desa melalui serapan anggaran desa.
“Kami juga menginginkan desa membuka diri dan tidak segan-segan menyerap tenaga kerja kaum muda. Mereka digunakan bukan hanya tenaga tapi pemikirannya. Dengan itu bisa mengurangi pengangguran di tempat kita, yang masih cukup tinggi,” terangnya.

Sebelumnya Bursa Inovasi Desa Cluster Enam juga digelar di Kecamatan Gambut yang diikuti oleh 70 Desa dari Kecamatan Gambut, Kertak Hanyar, Tatah Makmur, Beruntung Baru, Aluh-aluh dan Paramasan.
Bursa Inovasi Desa yang dilaksanakan ini merupakan forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di Desa-Desa melalui kegiatan yang memamerkan inovasi dalam pembangunan desa baik dalam bidang kewirausahaan, infrastruktur, dan sumber daya manusia dalam bentuk ide-ide kreatif inovatif sesuai potensi desa menggunakan anggaran dari Dana Desa.