TERAS7.COM – Selain menggunakan jalan darat, jalur perairan juga dapat digunakan sebagai alternatif untuk menempuh perjalanan dalam rangka menghadiri haul ke 14 Abah Guru Sekumpul.
Bagi jamaah yang berasal dari wilayah yang dekat sungai, hal tersebut dapat dilakukan dengan kapal maupun perahu sebagai alat transportasinya. Selain untuk menjauhi kemacetan, juga dapat menghindari bergesa-gesa di jalan raya.
“Melihat dari pengalaman tahun sebelumnya, ada sekitar 50 buah kapal/perahu yang digunakan jamaah yang berasal dari Batola maupun daerah yang dekat dengan perairan lainnya, mereka menambatkan kapal/perahu tersebut di Murung serta Pekauman, dan tidak menutup kemungkinan tahun ini bertambah pula jumlahnya, ” ucap Kepala Dinas Perhubungan Kab. Banjar A. Basith yang ditemui teras7.com di ruang kerjanya, Kamis (17/19).
Selain itu, ia juga menghimbau kepada para jamaah untuk memarkir kendaraan roda dua atau empat kepada tempat yang sudah disediakan dan tidak terlalu dekat dengan area sekumpul yang dijadikan tempat haul.
“Ini bukan hanya tentang ketertiban, tetapi juga sebagai ikhtiar untuk menjaga kebersihan udara di sekitar jamaah haul, ” ucapnya.
Ia melanjutkan, dengan kondisi jamaah yang mulai capek serta bergesa-gesakan ketika pulang dan ditambah pula dengan menghirup asap knalpot kendaraan, maka tidak menutup kemungkinan ada beberapa jamaah haul yang jatuh pingsan.
“Seperti yang terjadi pada haul sebelumnya, di mana saya juga ikut mengangkat mereka yang pingsan, ” pungkasnya.