TERAS7.COM – Menjelang pelaksanaan Haul Akbar Guru Sekumpul atau yang akrab dikenal masyarakat sebagai momen Lima Rajab, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banjar mulai mengambil sejumlah langkah strategis guna memastikan kelancaran arus lalu lintas selama kegiatan keagamaan terbesar di Kalimantan Selatan itu berlangsung.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penambahan tiga unit motor operasional jenis matic (N-Max). Armada baru ini difokuskan untuk memperkuat mobilitas petugas di lapangan, terutama dalam pengaturan arus kendaraan dan penertiban area parkir di sekitar kawasan Sekumpul, Martapura.
Kepala Bidang Lalu Lintas Perhubungan Darat Dishub Banjar, Refda Helmy Rahman, mengatakan meski tanggal resmi pelaksanaan haul masih menunggu penetapan dari pihak tuan rumah dan keluarga Ahlul Bait, pihaknya telah mulai melakukan berbagai persiapan teknis sejak dini.
“Kita selalu siaga untuk momen Lima Rajab. Koordinasi dengan tim induk Sekumpul, relawan, serta Satlantas terus dilakukan secara intensif, terutama terkait rekayasa lalu lintas, jalur keluar-masuk jemaah, dan titik-titik pengalihan arus,” ujar Refda saat ditemui di Kantor Dishub Banjar, Kamis (16/10/2025).
Refda menjelaskan, tambahan motor matic tersebut akan digunakan untuk memperkuat patroli di titik-titik rawan parkir liar yang kerap menjadi sumber kemacetan. Dengan mobilitas yang lebih tinggi, petugas dapat dengan cepat mengarahkan kendaraan jemaah menuju lokasi parkir resmi yang telah ditentukan bersama tim relawan dan pemerintah daerah.
“Motor-motor ini akan sangat membantu petugas di lapangan, terutama saat volume kendaraan meningkat tajam menjelang dan saat puncak haul. Kami ingin memastikan semua kendaraan tertata rapi dan arus lalu lintas tetap terkendali,” tambahnya.
Dengan penambahan ini, Dishub Banjar kini memiliki total tujuh armada roda dua, terdiri atas tiga motor matic baru, tiga unit motor sport (dua CBR dan satu Kawasaki Ninja), serta satu unit mobil derek untuk penertiban kendaraan parkir sembarangan.
Tak hanya itu, Dishub juga tengah menggodok rencana pengadaan satu unit bus operasional baru. Meski masih dalam tahap kajian, armada tersebut nantinya akan difungsikan sebagai kendaraan pendukung transportasi petugas selama kegiatan berlangsung.
Dari sisi pengamanan, Dishub Banjar telah memetakan sejumlah titik rawan kemacetan, seperti kawasan Simpang Haji Djuan, Jalan Bypass Martapura, hingga kawasan utama Sekumpul. Koordinasi lintas wilayah juga digiatkan bersama Satlantas Banjarbaru dan Dishub Banjarbaru, mengingat banyaknya jemaah yang datang melalui jalur perbatasan.
“Kami tidak hanya fokus di area inti haul, tapi juga di jalur-jalur penyangga. Arus jemaah dari luar daerah cukup besar, sehingga koordinasi antarinstansi menjadi sangat penting,” ungkap Refda.
Ia menegaskan, seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Dishub Banjar untuk meningkatkan efektivitas kinerja petugas di lapangan, sekaligus mendukung terciptanya suasana haul yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh jemaah.
“Harapan kami, pelaksanaan haul tahun ini bisa berjalan lebih lancar dari tahun sebelumnya. Penambahan armada ini diharapkan menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran dan kenyamanan jemaah selama kegiatan berlangsung,” tutupnya optimistis.