Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Keberadaan UPI Belum Maksimal, Ini Kata Kepala Dinas Perikanan
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Keberadaan UPI Belum Maksimal, Ini Kata Kepala Dinas Perikanan

Rizki Saputera
Rizki Saputera 11 Januari 2019, 16.47
Share
DCIM0683
Unit Pengolahan Ikan di Kawasan Minapolitan, Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat ini terlihat sepi
SHARE

TERAS7.COM – Unit Pengolah Ikan (UPI) yang dibangun Pemerintah Kabupaten Banjar di  Kawasan Minapolitan, Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat pada akhir februari 2018 untuk pengolahan Ikan fillet beku dengan bahan baku ikan patin sampai hari ini belum dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat yang mayoritas bekerja sebagai pembudidaya ikan.

Fasilitas pengolahan ikan seharga 2,9 miliar rupiah yang pengelolaannya dipercayakan kepada PT. Satrya Trinadi Komira Perkasa dengan kontrak kerjasama selama 2 tahun ini sedianya di bangun untuk industrialisasi pengolahan perikanan untuk mendongkrak sektor perikanan dan meningkatkan kesejateraan pembudidaya ikan, akan tetapi keberadaannya tidak berjalan sebagaimana mestinya.

DCIM0537
H. Ruspandi, Pemilik Kolam Pemancingan Al Kautsar

H. Ruspandi, warga setempat pemilik kolam pemancingan Al-Kautsar yang juga membudidayakan ikan patin pada kamis siang (10/1) mengatakan bahwa keberadaan UPI di daerah mereka tidak banyak berkontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

“UPI di sini tidak ada berani beli ikan dengan harga pasaran sekarang, karena mereka cuma berani membeli saat harganya 15 ribu per kg. Dulu mereka pernah membeli ikan patin kawasan setempat, tapi itu juga dari pemilik kolam besar dan jumlahnya sedikit, hanya 3 ton, tidak pernah menyerap hasil panen ikan patin kami,” katanya

H. Ruspandi menambahkan menurut kabar yang didapatnya, UPI sekarang hanya mengolah ikan laut saja, sedangkan pembudidaya ikan patin di Desa Sungai Batang lebih banyak menjual hasil panennya ke pengepul ikan

Baca juga :

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

“Pada tahun 2015, harga ikan patin hanya 13,5-15 ribu rupiah per kg, ketika ada pengepul ikan yang berani memberikan pinjaman untuk pakan dan mengirimkan hasil panen ikan kami ke Surabaya, maka harga ikan patin yang dulu anjlok, sekarang berangsur naik sampai 22 ribu rupiah per kg,” ungkap H. Ruspandi

Dia pun menyayangkan UPI yang tidak berani menyerap hasil panen masyarakat setempat dengan mengikuti harga jual yang berlaku sekarang.

“Padahal kalau harganya cocok, kami bersedia menyuplai kebutuhan UPI. Disini ada sekitar 10-15 ton ikan patin setiap malamnya yang sudah di panen diangkut dengan truk dan pick up hingga ke Kalteng dan Kaltim, karena rasa ikan patin produksi desa ini sangat disenangi daripada rasa ikan patin produksi daerah lain,” harap H. Ruspandi.

DCIM0691
Kepala Dinas Perikanan, Muhammad Riza Dauly

Saat dikonfirmasi soal UPI yang tidak dapat berfungsi sebagai mana mestinya, Kepala Dinas Perikanan, Muhammad Riza Dauly yang belum lama diangkat ini mengungkapkan pihaknya akan segera memeriksa dokumen kontrak kerjasama yang disepakati sebelumnya.

“Akan kami cek dulu kontrak kerjasamanya, karena kami harap UPI yang akan datang bisa bekerjasama dengan para pembudidaya ikan patin, nanti akan kami rancang desain kerjasamanya nanti seperti apa,” jelasnya.

Kepala Dinas Perikanan yang akrab disapa Riza ini sebelumnya telah mendapatkan informasi bahwa harga ikan patin di kawasan tersebut cukup tinggi dan mampu mendongkrak sektor perikanan masyarakat setempat.

“Ke depan kami akan mempertimbangkan bagamana pengelolaan UPI selanjutnya, karena yang kami inginkan UPI seperti sistem Plasma di Perkebunan. Jadi UPI yang akan mengelola hasil panen dengan membina pembudidaya ikan patin agar menjual hasil produksi ke UPI, sehingga ada mata rantai produksi dan distribusi yang jelas,” papar Riza.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
1 Review 1 Review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

ad7c1503 2c70 40f5 b312 c8da05c371eb
Kabar Duka, Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
6 September 2026, 12.30
IMG 20260828 WA0018
Wali Kota Lisa Murka! UGD Puskesmas Sungai Ulin Diduga Kosong saat Pasien Kritis Butuh Pertolongan
28 Agustus 2026, 11.11
IMG 20260828 WA0022 e1787888367224
Tak Peduli Asal Domisili, Lisa Halaby Tegaskan Pasien Kritis Wajib Ditolong: Nyawa Harus Diselamatkan!
28 Agustus 2026, 11.40
WhatsApp Image 2026 08 27 at 15.50.49 2
Andi Irmayani Tekankan Pentingnya Adab ke Siswa Sekolah Rakyat Tanah Bumbu
29 Agustus 2026, 09.32
IMG 20260825 WA0002
3 Titik Kebakaran Lahan Terjadi di Tanah Bumbu dalam Sehari, 10 Hektare Terdampak
29 Agustus 2026, 09.49

You Might Also Like

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Dispersip Banjar Butuh Air Bersih, BPBD Langsung Kirim 2.500 Liter

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?