TERAS7.COM – Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg memang sudah seharusnya menjual harga sesuai dengan ketentuan yang berlaku, namun masih saja banyak oknum nakal yang bermain dengan menaikkan harga elpiji 3 kg.
Seperti yang sudah diketahui, di Kalimantan Selatan sendiri Harga Eceran Tertinggi (HET) Elpiji 3 kg atau Gas Melon sebesar Rp 17.500, dan gas melon juga hanya diperuntukkan untuk masyarakat yang kurang mampu.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru, Anshori menyatakan bahwa di Kota Idaman sendiri memiliki sedikitnya 250 pangkalan yang menjual gas bersubsidi tersebut.
Lanjut, Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah bersama-sama berkoordinasi dengan kelurahan dan kecamatan yang ada di Kota Banjarbaru untuk mengawasi tindak kecurangan di pangkalan gas elpiji.
“Tolong amati pangkalan yang mengangkat harga, dan kami juga meminta bukti jika ada seperti itu, kemudian kami akan melaporkannya ke pertamina,” ucapnya. Selasa (09/02).
Kemudian, untuk pangkalan gas elpiji yang kedapatan nakal, maka pihaknya akan bertindak tegas dengan melakukan pencabuta izin usaha pangkalan tersebut.
“Sanksinya akan dicabut izin usahanya,” ujar Anshori.
Selain itu, ia menghimbau untuk masyarakat agar tidak melakukan pembelian gas melon di luar kuota yang sudah ditentukan. Maka dari itu, ia meminta masyarakat memfoto jika kedapatan oknum yang membawa gas melon dengan jumlah banyak, dan selanjutnya akan dilakukan penindakan.
Sementara itu, salah satu pemilik Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg di Kota Banjarbaru, tepatnya di Kelurahan Loktabat Selatan mengatakan bahwa ia menjual gas dengan harga Rp 20.000 per tabungnya.
“Harganya Rp 20.000, tapi kosong barangnya,” ujarnya.
Adapun terkait kedatangan pasokan gas elpiji 3 kg, ia mengatakan bahwa masih tidak mengetahui kapan pasokan gas melon akan datang lagi ke pangkalan miliknya.