TERAS7.COM – Harga cabai dan daging ayam ras di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan menunjukkan perbedaan cukup lebar berdasarkan pemantauan Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdag Kalsel) pada minggu keempat September 2026.
Pemantauan yang dilakukan pada 21–25 September 2026 tersebut mencatat harga cabai, khususnya cabai rawit lokal, masih menjadi perhatian karena berada pada level tinggi sekaligus memiliki disparitas harga antarwilayah.
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan mengatakan, pemantauan harga bahan pokok dilakukan secara rutin di 13 kabupaten/kota untuk memastikan perkembangan harga dan ketersediaan kebutuhan masyarakat tetap terpantau.
“Secara umum kami terus melakukan pemantauan harga bahan pokok di seluruh kabupaten/kota. Dari hasil pemantauan minggu keempat September ini, memang ada beberapa komoditas yang mengalami perbedaan harga cukup signifikan antarwilayah, terutama komoditas cabai,” ujar Gia sapaan akrabnya di Banjarbaru, Senin (28/9/2026).
Untuk cabai merah keriting, harga berada pada kisaran Rp60.000–Rp80.000 per kilogram. Harga tertinggi Rp80.000 per kilogram tercatat di Banjarmasin, Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah.
Sementara cabai rawit lokal menjadi komoditas dengan harga paling tinggi. Di Kabupaten Balangan, harganya mencapai Rp180.000 per kilogram, sedangkan di beberapa daerah lainnya berada di kisaran Rp90.000 per kilogram.
Selain cabai, disparitas harga juga terlihat pada komoditas daging ayam ras. Berdasarkan hasil pemantauan, harganya berada pada rentang Rp22.000–Rp50.000 per kilogram.
Harga tertinggi daging ayam ras tercatat di Banjarmasin, sedangkan harga terendah berada di Kabupaten Banjar.
Menurut Gia, perbedaan harga sejumlah komoditas tersebut dipengaruhi berbagai faktor, termasuk produksi dan pasokan yang berbeda di setiap wilayah.
“Untuk cabai memang masih menjadi komoditas yang perlu kami cermati. Ada faktor produksi dan pasokan yang memengaruhi harga sehingga terjadi perbedaan antarwilayah. Karena itu, pemantauan terus dilakukan agar perkembangan harga dapat diketahui dan diantisipasi lebih awal,” jelasnya.
Selain cabai dan daging ayam, sejumlah bahan pokok lainnya masih berada dalam rentang harga yang relatif terkendali.
Harga bawang merah tercatat sekitar Rp36.500–Rp41.500 per kilogram, dengan harga tertinggi Rp45.000 per kilogram di Tanah Laut. Bawang putih berada pada kisaran Rp29.000–Rp38.000 per kilogram dan harga tertinggi juga tercatat di Tanah Laut.
Sementara telur ayam ras berada pada kisaran Rp26.000–Rp30.000 per kilogram. Harga tertinggi Rp30.000 per kilogram tercatat di Barito Kuala dan Balangan, masih sesuai dengan HET Rp30.000 per kilogram.
Disdag Kalsel juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan perkembangan harga sebelum berbelanja.
“Kami mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak, membeli sesuai kebutuhan dan membandingkan harga. Di sisi lain, kami juga terus mendorong agar pelaku usaha menjaga kelancaran distribusi dan tidak mengambil keuntungan secara berlebihan,” katanya.
Gia menegaskan, stabilitas harga bahan pokok membutuhkan keterlibatan pemerintah, pelaku usaha, distributor dan masyarakat sebagai konsumen.
“Stabilitas harga bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan semua pihak, baik distributor, pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen,” pungkasnya.