Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Disdag Kalsel Pantau Harga Bahan Pokok: Cabai Rawit Tembus Rp180 Ribu, Ayam Capai Rp50 Ribu
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Disdag Kalsel Pantau Harga Bahan Pokok: Cabai Rawit Tembus Rp180 Ribu, Ayam Capai Rp50 Ribu

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 28 September 2026, 15.43
Share
WhatsApp Image 2024 03 24 at 14.05.24
Harga cabai rawit menjadi salah satu yang paling berbeda, bersama daging ayam. (Foto: teras7.com)
SHARE

TERAS7.COM – Harga cabai dan daging ayam ras di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan menunjukkan perbedaan cukup lebar berdasarkan pemantauan Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdag Kalsel) pada minggu keempat September 2026.

Pemantauan yang dilakukan pada 21–25 September 2026 tersebut mencatat harga cabai, khususnya cabai rawit lokal, masih menjadi perhatian karena berada pada level tinggi sekaligus memiliki disparitas harga antarwilayah.

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan mengatakan, pemantauan harga bahan pokok dilakukan secara rutin di 13 kabupaten/kota untuk memastikan perkembangan harga dan ketersediaan kebutuhan masyarakat tetap terpantau.

“Secara umum kami terus melakukan pemantauan harga bahan pokok di seluruh kabupaten/kota. Dari hasil pemantauan minggu keempat September ini, memang ada beberapa komoditas yang mengalami perbedaan harga cukup signifikan antarwilayah, terutama komoditas cabai,” ujar Gia sapaan akrabnya di Banjarbaru, Senin (28/9/2026).

Untuk cabai merah keriting, harga berada pada kisaran Rp60.000–Rp80.000 per kilogram. Harga tertinggi Rp80.000 per kilogram tercatat di Banjarmasin, Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah.

Baca juga :

Pasar Murah Bersubsidi Banjarbaru Tuntas di 5 Kelurahan, Gas 3 Kg Jadi Primadona

Transaksi Digital di Kabupaten Banjar Belum Merata, Kebiasaan Tunai di Desa Jadi Tantangan

MTQ XIX Balangan Jadi Berkah bagi Pelaku UMKM

Sementara cabai rawit lokal menjadi komoditas dengan harga paling tinggi. Di Kabupaten Balangan, harganya mencapai Rp180.000 per kilogram, sedangkan di beberapa daerah lainnya berada di kisaran Rp90.000 per kilogram.

Selain cabai, disparitas harga juga terlihat pada komoditas daging ayam ras. Berdasarkan hasil pemantauan, harganya berada pada rentang Rp22.000–Rp50.000 per kilogram.

Harga tertinggi daging ayam ras tercatat di Banjarmasin, sedangkan harga terendah berada di Kabupaten Banjar.

Menurut Gia, perbedaan harga sejumlah komoditas tersebut dipengaruhi berbagai faktor, termasuk produksi dan pasokan yang berbeda di setiap wilayah.

“Untuk cabai memang masih menjadi komoditas yang perlu kami cermati. Ada faktor produksi dan pasokan yang memengaruhi harga sehingga terjadi perbedaan antarwilayah. Karena itu, pemantauan terus dilakukan agar perkembangan harga dapat diketahui dan diantisipasi lebih awal,” jelasnya.

Selain cabai dan daging ayam, sejumlah bahan pokok lainnya masih berada dalam rentang harga yang relatif terkendali.

Harga bawang merah tercatat sekitar Rp36.500–Rp41.500 per kilogram, dengan harga tertinggi Rp45.000 per kilogram di Tanah Laut. Bawang putih berada pada kisaran Rp29.000–Rp38.000 per kilogram dan harga tertinggi juga tercatat di Tanah Laut.

Sementara telur ayam ras berada pada kisaran Rp26.000–Rp30.000 per kilogram. Harga tertinggi Rp30.000 per kilogram tercatat di Barito Kuala dan Balangan, masih sesuai dengan HET Rp30.000 per kilogram.

Disdag Kalsel juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan perkembangan harga sebelum berbelanja.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak, membeli sesuai kebutuhan dan membandingkan harga. Di sisi lain, kami juga terus mendorong agar pelaku usaha menjaga kelancaran distribusi dan tidak mengambil keuntungan secara berlebihan,” katanya.

Gia menegaskan, stabilitas harga bahan pokok membutuhkan keterlibatan pemerintah, pelaku usaha, distributor dan masyarakat sebagai konsumen.

“Stabilitas harga bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan semua pihak, baik distributor, pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen,” pungkasnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05
IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34
66593275 5a57 44a2 a0fc a71c2d8589d7
KAKI Kalsel Soroti Dugaan Mafia Tanah HSS di Kejati
21 September 2026, 16.25
IMG 20260924 WA0041 scaled e1790248419389
Pencarian Hari ke-12 KM Virgo Transport 8: Tim Penyelam Kembali Temukan 14 Korban, Total 150 Orang Ditemukan
24 September 2026, 19.15

You Might Also Like

Pasar Murah Bersubsidi Banjarbaru Tuntas di 5 Kelurahan, Gas 3 Kg Jadi Primadona

Transaksi Digital di Kabupaten Banjar Belum Merata, Kebiasaan Tunai di Desa Jadi Tantangan

MTQ XIX Balangan Jadi Berkah bagi Pelaku UMKM

Pasar Paringin Sepi Pembeli, Dewan Minta Pemkab Balangan Perhatikan Nasib Pedagang

Tingkatkan Nilai Tambah Produk Perikanan, Tiga Dosen ULM Turun ke Angsana

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?