Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Meneropong Pesan Politik Dari Muscab PKB Tabalong
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Meneropong Pesan Politik Dari Muscab PKB Tabalong

Opini
Opini 10 September 2021, 08.09
Share
IMG 20210909 WA0019
SHARE

Oleh: Kadarisman, Pemerhati Politik Banua

Galeran Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB Tabalong beberapa hari ini secara aklamasi memberikan pesan banyak hal. Salah satu diantaranya adalah, betapa panggung institusi politik di dalam berpartai masih tidak meritokrasi dan begitu pragmatis  dengan dukungan kekuasaan finansial.


Tetapi ini merupakan sebuah fenomologi dalam praktik kekuasaan politik, khususnya di negara kita. Sumber-sumber kekuasaan dari pelaku ekonomi begitu sangat mudah melakukan penetrasi ke dalam panggung kekuasaan politik tanpa perlu “berdarah-darah”. Ini sebuah realitas yang bangsa kita yang tak terbantah.


Terpilihnya H. Marlan tanpa perlawanan dan tanpa lawan adalah sebuah pengkondisian elit partai yang tidak diberikan begitu saja secara cuma-cuma.  
Ada bergaining tertentu yang lazim terjadi di dalam sebuah partai politik, sehingga mekanisme aklamasi tidak ujug-ujug begitu saja terjadi.  

Baca juga :

Tragedi Balita di Hotel Mesra Samarinda: LPKSM Borneo Kalimantan Desak Audit Keselamatan Fasilitas Publik di Kaltim

Kajian Perlindungan Konsumen: Permasalahan Perlindungan Konsumen di Berbagai Sektor di Indonesia

Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung


Terlepas dari itu tidak pula dapat disangkal jika performa selama dua kali pemilihan legislatif, PKB Tabalong cukup buruk dan  tidak kunjung menunjukkan peningkatan. 
Gagalnya kepengurusan PKB dalam memperbaiki suara perolehan tiket  kursi legislatif pada pemilu 2019 yang lalu boleh jadi alasan mereka butuh sosok pemimpin partai baru yang memiliki kemampuan finansial lebih baik, walaupun bukan seorang kader yang tercatat saat ini di PKB Tabalong.


Tetapi hal itu bukan menjadi alasan kenapa H Marlan yang seorang pengusaha itu terjun ke dalam politik praktis. Itulah yang kemudian memberikan kesan pilkada Tabalong 2024 seolah berasa sudah dekat. Tetapi memang tidak dapat dikatakan masih lama, kecuali ingin kehilangan momentum.


Pilkada Tabalong 2024 memberikan peluang lebih terbuka untuk diperebutkan di banding pilkada sebelumnya yang masih sangat dipengaruhi oleh politik petahana.  Terbukanya peluang ini menjadi peluang bagi siapapun untuk maju sebagai kontestannya. Hanya saja sebagai petarung politik,  panggung dan institusi politik merupakan syarat penting yang harus dimiliki.


Syarat ini telah ada dalam genggaman  H Marlan. Lantas apakah H Marlan akan tertarik kepada perebutan Tabalong 1? 
Saya rasa bukan itu tujuannya. Bagaimana pun H Marlan telah memiliki panggung dalam politik praktis, namun dia “miskin” pengalaman politik praktis. 


Dibanding dengan tokoh lainnya  yang sudah berjibaku bahkan berdarah-darah dalam berpartai, H Marlan belum menjalani dinamikanya. Taruh misal, H Noor Hasani yang pernah terlempar dari Golkar, sebelum akhirnya berlabuh dan mengakhodai Nasdem atau Sumiati yang merangkak dari bawah dan memimpin PKS dengan memberikan bukti peningkatan keterpilihan kadernya di legislatif pada pemilu 2019 lalu.


Alasan lebih realitas adalah PKB bukan sebagai perahu yang dia gunakan untuk dirinya sendiri, melainkan dijadikan karpet merah untuk akses  figur lain yang lebih memiliki pengalaman dalam politik praktis  tetapi tidak memiliki keterdukungan oleh partai politik.  


Untuk maju dalam kontestasi pilkada Tabalong 2021 minimal seseorang memiliki sukungan parpol dengan minimal 6 kursi di dalam lembaga legislatif.  
Tugas H Marlan yang paling penting adalah bagaimana PKB pada pemilu 2024 mampu mendongkrak perolehan kursinya di DPRD beranjak naik dari angka 2 selama dua periode ini. 


Jika tidak, maka karpet merah yang akan disediakannya untuk figur lainnya itu tidak akan meningkatkan bergaining berarti dalam meramu koalisi.


Namun yang jadi pertanyaannya sekarang adalah, siapakah figur lain yang akan mendapatkan karpet merah PKB itu?
Engkau cari tahu sendirilah. Supaya warung kopi tetap menjadi wilayah diskursus politik rakyat jelata untuk meneropong pasca Muscab PKB Tabalong.*

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34
BJB05940 1536x1156 1 e1791531180748
Pasar Murah Bersubsidi Banjarbaru Tuntas di 5 Kelurahan, Gas 3 Kg Jadi Primadona
9 Oktober 2026, 15.34
2026 10 05 19 14 37 M. Irfan Fajrianur a€“ Praktisi Perlindungan Konsumen
Kajian Perlindungan Konsumen: Permasalahan Perlindungan Konsumen di Berbagai Sektor di Indonesia
5 Oktober 2026, 19.15
IMG 20261016 WA0041
Empat Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Teridentifikasi, Ini Identitasnya
16 Oktober 2026, 16.42
IMG 20261006 101321
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026! Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti
6 Oktober 2026, 10.15

You Might Also Like

Tragedi Balita di Hotel Mesra Samarinda: LPKSM Borneo Kalimantan Desak Audit Keselamatan Fasilitas Publik di Kaltim

Kajian Perlindungan Konsumen: Permasalahan Perlindungan Konsumen di Berbagai Sektor di Indonesia

Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung

Perlindungan Konsumen Membutuhkan Ekosistem, Bukan Ego Kelembagaan

Analisis Ekonomi Strategis dan Kedaulatan Nasional

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?