Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Nadiem Ajukan Anggaran 1,4 Triliun Untuk Program Kurikulum dan Asesmen Kompetensi
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Nadiem Ajukan Anggaran 1,4 Triliun Untuk Program Kurikulum dan Asesmen Kompetensi

Tim Redaksi
Tim Redaksi 5 September 2020, 18.53
Share
download
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim [foto : kemdikbud.go.id]
SHARE

TERAS7.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengajukan anggaran sebesar Rp1,48 triliun untuk program kurikulum dan asesmen kompetensi minimum atau pengganti ujian nasional 2021.

Anggaran terbesar dialokasikan untuk kurikulum. Adapun rinciannya pelatihan dan pendampingan terkait kurikulum untuk guru dan tenaga kependidikan sebesar Rp518,8 miliar, pengembangan kurikulum dan perbukuan Rp137,8 miliar dan implementasi kurikulum Rp346,9 miliar.

“Sekarang kita ada tim yang sangat kuat di Kemendikbud yang sedang melaksanakan mandat presiden untuk melakukan penyederhanaan dan rasionalisasi kurikulum 2013. Untuk 2021 akan mulai kita coba di berbagai sekolah penggerak kita,” jelas Nadiem dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR.

Sedangkan untuk asesmen kompetensi minimum dan akreditasi, Nadiem mengajukan anggaran sebesar Rp358,2 miliar. Anggaran ini tidak jauh berbeda dengan anggaran ujian nasional 2019 sebesar Rp 210 miliar. Ini belum termasuk pendampingan pemerintah daerah terkait asesmen kompetensi minimum dan tindak lanjutnya sebesar Rp120,2 miliar.

Nadiem mengakui pelaksanaan penilaian tanpa ujian nasional pada tahun depan akan mengalami sejumlah tantangan karena merupakan hal yang baru. Namun, ia meyakinkan dengan dukungan dinas pendidikan maka infrastruktur untuk pelaksanaan asesmen kompetensi minimum pada 2021 akan siap.

Baca juga :

Pendapatan Banjarbaru 2027 Diproyeksikan Rp1,207 Triliun, DPRD Siap Kawal Arah Kebijakan Anggaran

Pemkab Batola Gelar Safari Ramadhan Bersama Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda

Pemkab Banjar Lakukan Penyesuaian Anggaran, Program Prioritas Tetap Jadi Fokus

“Tidak mungkin lancar karena ini pertama kalinya pada 2021, pasti ada banyak tantangan dan pembelajaran untuk asesmen yang baru,” tambah Nadiem.

DPR Minta Panduan Pembelanjaran Online

Menanggapi itu, Anggota Komisi X DPR Ratih Megasari Singkarru meminta menteri pendidikan tidak melupakan elemen berpikir kritis dalam perampingan kurikulum pendidikan.

Selain itu, ia juga meminta Kemendikbud untuk membuat panduan bagi guru-guru terkait pembelajaran secara online sehingga pembelajaran menjadi menarik.

“Besar harapan kami untuk pagu anggaran 2021, semoga concern dari kemendikbud kepada guru-guru. Karena pondasi pendidikan itu ada di guru, kalau guru tidak bisa berkreasi maka selesai sudah pendidikan kita,” jelas Ratih.

FSGI Sarankan Tak Ubat Kurikulum Pendidikan Saat Pandemi

Sementara Wakil Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Satriwan Salim menduga Kemendikbud ingin mengubah kurikulum 2013 yang saat ini. Kata dia, hal tersebut terlihat dari anggaran untuk kurikulum yang mencapai hingga Rp 1 triliun. Namun, kata dia, pengubahan kurikulum tidak tepat jika dilakukan pada masa pandemi. Di samping, belum ada evaluasi yang menyeluruh terhadap kurikulum 2013.

“Sepertinya semangat Nadiem ingin mengubah kurikulum 2013. Ini kan tergesa-gesa kalau dilakukan sekarang karena kondisi sedang pandemi dan kurikulum darurat juga sedang berjalan,” jelas Satriwan kepada VOA.

Satriwan juga menyoroti anggaran untuk asesmen kompetensi minimum yang tidak jauh berbeda dibandingkan dengan anggaran ujian nasional pada tahun lalu. Menurutnya, tren biaya ujian nasional terus berkurang karena sudah menggunakan sistem komputer yang lebih murah dibandingkan kertas.

Ia menyarankan pemerintah mengutamakan anggaran untuk membantu guru dan siswa di daerah-daerah yang tidak mendapat akses internet sehingga belajar dengan metode luar jaringan (luring).

“Mereka ini belum tersentuh secara signifikan oleh negara. Kalau kemarin kan bantuannya lebih kepada guru dan anak yang belajar secara daring berupa pulsa dan kuota yang anggarannya sangat besar Rp7,2 triliun,” tambahnya. [sm/em][source:www.voaindonesia.com]

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0

Populer Bulan Ini

Gemini Generated Image 5ptyqm5ptyqm5pty e1788949271587
Perlindungan Konsumen Membutuhkan Ekosistem, Bukan Ego Kelembagaan
9 September 2026, 18.23
2026 09 12 14 57 47 perlindungan konsumen digital lpksm borneo kalimantan.jpg
Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung
12 September 2026, 16.03
IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05
IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34

You Might Also Like

Pendapatan Banjarbaru 2027 Diproyeksikan Rp1,207 Triliun, DPRD Siap Kawal Arah Kebijakan Anggaran

Pemkab Batola Gelar Safari Ramadhan Bersama Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda

Pemkab Banjar Lakukan Penyesuaian Anggaran, Program Prioritas Tetap Jadi Fokus

Cahaya Al-Qur’an dari Kalimantan: MTQMN XVIII di ULM Berakhir Penuh Keberkahan

ULM Jadi Tuan Rumah, MTQMN XVIII Resmi Dibuka

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?