TERAS7.COM – Libur Lebaran 1446 Hijriah membawa semangat baru bagi masyarakat Kotabaru dan sekitarnya. Salah satu destinasi yang menjadi sorotan publik adalah Bukit Mamake, yang terletak di Desa Sarang Tiung, Kecamatan Pulau Laut Sigam. Kawasan ini menjelma menjadi primadona wisata alam, dengan ribuan pengunjung memadati area perbukitan sepanjang akhir pekan pasca-Lebaran.
Dari puncak Bukit Mamake, pengunjung disuguhi panorama laut yang membentang luas dan berkilau di bawah sinar mentari. Udara sejuk pegunungan yang berpadu dengan semilir angin laut menciptakan suasana damai yang sulit ditemukan di tengah hiruk-pikuk perkotaan. Keindahan alami ini menjadikan Mamake sebagai tempat pelarian sempurna dari kepenatan aktivitas harian.
Salah satu pengunjung yang turut menikmati pesona Mamake adalah Palaksa Lanal Kotabaru, Mayor Laut (P) Dody Ahmad Farid Ibrahim. Ia datang bersama keluarganya untuk menyaksikan langsung transformasi kawasan wisata yang dulunya hanyalah lahan berbatu tak bertuan.
“Sejak saya mulai bertugas di Kotabaru pada 2023, perkembangan pariwisatanya luar biasa. Dahulu belum ada kafe atau tenda seperti sekarang. Kini Bukit Mamake semakin hidup, terutama di malam hari dengan lampu-lampu warna-warni yang menghiasi,” ungkap Mayor Dody, Sabtu (5/4/2025).
Menurutnya, Bukit Mamake kini tak sekadar berkembang dari sisi fasilitas, tetapi telah menjelma menjadi ikon wisata kebanggaan masyarakat Kotabaru.
“Bahkan warga dari Batulicin rela menyeberang demi melihat langsung daya tarik tempat ini. Jika dibandingkan dengan Tanah Bumbu, saya melihat destinasi wisata di Kotabaru jauh lebih kaya dan variatif,” tambahnya.
Mayor Dody juga berharap agar pengelolaan kawasan terus ditingkatkan, terutama dalam hal penyediaan variasi kuliner lokal yang dapat melengkapi pengalaman berwisata.
“Akan lebih menarik bila pengunjung bisa menikmati pemandangan sambil bersantai mencicipi kuliner khas daerah yang menggugah selera,” ujarnya.
Kesan serupa juga datang dari General Manager PT Pelindo Tanah Bumbu, Erry Ardiyanto, yang mengunjungi Bukit Mamake untuk pertama kalinya. Ia mengaku terkesima dengan potensi wisata alam Kotabaru, yang tidak hanya unggul dari sisi kelautan, tetapi juga keindahan perbukitannya.
“Kotabaru punya paket lengkap: laut, hutan, dan bukit. Mamake ini luar biasa. Saya bisa membayangkan kawasan ini menjadi arena event olahraga seperti sepeda gunung, trail adventure, dan yang paling menarik, paralayang,” katanya dengan antusias.

Erry menilai bahwa olahraga ekstrem seperti paralayang memiliki pangsa pasar tersendiri. Jika dikelola secara profesional dan mendapat dukungan pemerintah daerah, Bukit Mamake dinilai mampu menembus pasar wisatawan nasional bahkan internasional.
“Tempat seperti ini tak hanya menyuguhkan keindahan, tapi juga peluang pemberdayaan ekonomi. Para pelaku UMKM dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di sini luar biasa aktif. Ketika pariwisata tumbuh, ekonomi lokal ikut bergerak,” tegasnya.
Saat ini, Bukit Mamake tengah berbenah. Selain menyajikan lanskap menawan, kawasan ini sedang dikembangkan sebagai pusat olahraga udara dan destinasi keluarga yang ramah, nyaman, serta berkelanjutan. Pemerintah daerah bersama masyarakat tampak berkomitmen dalam mewujudkan visi jangka panjang untuk pariwisata Kotabaru.
Bagi siapa pun yang merindukan ketenangan, ingin menyatu dengan alam, atau sekadar berswafoto dengan latar laut biru nan megah, Bukit Mamake adalah pilihan yang tepat. Dengan segala potensinya, Mamake bukan sekadar tempat persinggahan sementara, melainkan tempat pulang bagi jiwa-jiwa yang mencari kedamaian.