TERAS7.COM – Kabupaten Barito Kuala (Batola) memiliki komitmen yang tinggi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Sejak memberlakukan PS2DK (Pembatasan Sosial Skala Desa/Kelurahan) dari tanggal tanggal 13 Juni 2020 lalu, kini di kabupaten yang berjuluk Bumi Ije Jela ini telah banyak berdiri posko-posko Mahelat Lebo Covid-19 di setiap desa atau kelurahan.
Di Kecamatan Marabahan, misalnya, ada 4 posko Mahelat Lebo Covid-19. Dua posko berdiri di wilayah Kelurahan Marabahan Kota, dan dua poskonya lagi berdiri di wilayah Kelurahan Ulu Benteng.
Saleh, salah seorang anggota BPK Raja Tumpang, yang terlibat menjadi relawan di posko Mahelat Lebo Covid-19 di wilayah Jalan Putri Junjung Buih Kelurahan Ulu Benteng Marabahan mengatakan, pihaknya melakukan penjagaan di posko dari jam 08.00 sampai dengan jam 11.00. Kemudian diteruskan dari jam 15.00 sampai dengan jam 18.00. Dan dilanjutkan lagi pada malam harinya, dari jam 20.00 sampai dengan jam 23.00.
“Tim kami Berjumlah 24 orang. Dan untuk jadwal jaga di posko, maka kami membaginya menjadi 4 tim,” kata Saleh.
Ia menambahkan, selain melakukan penjagaan di posko, pihaknya juga melakukan pemeriksaan dan memberikan arahan yg bersifat edukasi kepada masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.
“Bagi warga yang melintas di jalan diharapkan untuk selalu memakai masker,” sahut Saleh.
Sebagaimana disampaikan Bupati Batola Hj Noormiliyani AS, beberapa waktu lalu, pelaksanan PS2DK di kabupaten yang dipimpinnya ini, dilaksanakan hingga berakhirnya masa tanggap darurat nasional Covid-19.
PS2DK, terang Bupati, bertujuan dalam rangka pencegahan, penanganan dan pengendalian penyebaran Covid-19 di Kabupaten Batola.
Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam PS2DK, sambungnya, dengan memberdayakan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.
“Masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Jika sedang beraktivitas di luar rumah, masyarakat harus disiplin untuk selalu menjaga jarak dan mengenakan masker. Masyarakat juga harus rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, atau sering-sering menggunakan hand sanitizer,” tutur Bupati.
Orang nomor satu di kabupaten yang beribukotakan Marabahan ini menambahkan, dalam PS2DK, kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan berorientasi pada penguatan ketahanan pangan desa atau kelurahan, ketangguhan bidang kesehatan desa atau kelurahan, serta peningkatan keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat. Yang tak kalah penting, juga berkenaan kesiapan sistem informasi.