TERAS7.COM – Berbagai program peningkatan mutu pendidikan yang dijalankan Pemerintah Kota Banjarbaru mulai menunjukkan hasil menggembirakan.
Berdasarkan hasil sementara Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026, Banjarbaru berhasil mencatatkan rata-rata nilai tertinggi di Kalimantan Selatan untuk jenjang SD dan SMP, sekaligus melampaui rata-rata provinsi maupun nasional.
Capaian tersebut menjadi indikator positif kualitas pendidikan di Kota Banjarbaru sekaligus memperkuat upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Data Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru menunjukkan, pada jenjang SD, rata-rata nilai Bahasa Indonesia mencapai 70,25 dan Matematika 47,65. Sementara pada jenjang SMP, rata-rata nilai Bahasa Indonesia berada di angka 70,83 dan Matematika 43,44.
Angka tersebut berada di atas rata-rata nasional. Pada jenjang SD, rata-rata nasional untuk Bahasa Indonesia tercatat 60,14 dan Matematika 43,41.
Sedangkan pada jenjang SMP, rata-rata nasional Bahasa Indonesia berada di angka 60,83 dan Matematika 40,35.
Tak hanya itu, capaian Banjarbaru juga melampaui rata-rata Provinsi Kalimantan Selatan. Untuk jenjang SD, rata-rata Bahasa Indonesia Kalsel tercatat 64,10 dan Matematika 43,95. Sementara pada jenjang SMP, rata-rata Bahasa Indonesia sebesar 64,50 dan Matematika 40,80.
Dengan capaian tersebut, Banjarbaru menjadi daerah dengan rerata nilai TKA tertinggi di Kalimantan Selatan untuk dua jenjang pendidikan sekaligus.
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menyambut capaian tersebut dengan rasa syukur. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh pihak, mulai dari peserta didik, guru, tenaga kependidikan, orang tua, hingga pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, kita bersyukur karena hasil TKA tahun ini menunjukkan Kota Banjarbaru memiliki nilai tertinggi di Kalimantan Selatan serta berada di atas rata-rata provinsi dan nasional. Ini adalah prestasi yang membanggakan sekaligus menjadi bukti bahwa upaya peningkatan mutu pendidikan yang dilakukan selama ini berada pada jalur yang tepat,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).
Meski demikian, Lisa mengingatkan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat semua pihak cepat berpuas diri.
Ia menilai masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, terutama dalam meningkatkan kemampuan numerasi atau penguasaan Matematika peserta didik.
Menurutnya, rendahnya capaian Matematika yang masih menjadi tantangan secara nasional tidak semata-mata disebabkan kemampuan siswa, tetapi juga berkaitan dengan metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah.
“Sering kali kita langsung menyimpulkan bahwa nilai matematika rendah karena kemampuan anak-anak kurang. Padahal persoalannya tidak sesederhana itu. Kita perlu melihat bagaimana metode mengajar yang digunakan, kualitas bahan ajar yang tersedia, dan bagaimana guru membangun ketertarikan siswa terhadap pelajaran matematika,” katanya.
Karena itu, Pemerintah Kota Banjarbaru akan terus melakukan evaluasi metode pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, serta penguatan bahan ajar guna meningkatkan kemampuan numerasi peserta didik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Abdul Basit, menegaskan bahwa hasil TKA bukan sekadar angka statistik, melainkan instrumen penting untuk mengukur efektivitas proses pendidikan sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pemangku kepentingan.
Ia menilai capaian Banjarbaru tahun ini menunjukkan bahwa berbagai program peningkatan mutu pendidikan yang selama ini dijalankan mulai memberikan hasil nyata.
“Di satu sisi kita bersyukur karena berdasarkan data yang ada, Banjarbaru memiliki rerata nilai TKA tertinggi serta berada di atas rerata provinsi dan nasional. Ini menunjukkan bahwa berbagai program peningkatan mutu pendidikan yang selama ini dijalankan mulai memperlihatkan hasil yang menggembirakan,” ujarnya.
Basit menambahkan, prestasi tersebut harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi seluruh pihak.
“Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama. Tugas kita berikutnya adalah mempertahankan capaian ini dan terus meningkatkannya agar Banjarbaru mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki daya saing yang kuat di tingkat nasional maupun global,” pungkasnya.