Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Pupuk Mahal Hingga Penyuluh Yang Tak Tahu, Ini Keluhan Petani Sayur Martapura
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Pupuk Mahal Hingga Penyuluh Yang Tak Tahu, Ini Keluhan Petani Sayur Martapura

Rizki Saputera
Rizki Saputera 28 April 2019, 16.12
Share
DCIM3398 scaled
Cabai, salah satu tanaman yang menghasilkan keuntungan besar bagi petani
SHARE

TERAS7.COM – Kecamatan Martapura tak hanya memiliki potensi perikanan, pertanian juga menjadi salah satu potensi daerah, salah satunya pertanian sayur-sayuran.

Pertanian sayur-sayuran yang berada di Kabupaten Banjar ini walaupun belum menyumbang potensi yang besar, tapi dapat menjadi sumber kehidupan bagi para petani..

Seperti Misdiono (30), petani Desa Tungkaran yang menanam sayur-sayuran seperti kacang panjang, terong, timun dan bilungka.

Ia mengungkapkan menanam sayur-sayuran ini menjadi salah satu sumber utama pendapatan keluarganya.

DCIM3435
Misdiono sedang memanen kacang panjang

“Lahan yang saya tanami ini tidak terlalu luas, sekitar 19 borongan dan meminjam tanah milik orang lain. Lahan ini saya kerjakan bersama bapak saya. Hasil produksi pertanian saya ini dijual ke wilayah sekitar Martapura saja,” ujarnya.

Baca juga :

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Keuntungan yang didapat dari usaha pertanian ini pun ujar Misdiono lumayan cukup untuk keperluan keluarga.

“Biaya tanam di lahan yang saya garap ini rata-rata 1 juta rupiah, termasuk bibit dan pupuk. Sementara keuntungan yang didapat setelah panen bisa mencapai 1,5 juta rupiah. Jadi untung bersihnya 500 ribu. Itu pun kalau harga hasil panen seperti kacang panjang dihargai 3.000 rupiah. Kalau pasar sedang banjir hasil pertanian dari yang lain harga bisa anjlok sampai 1.000 rupiah. Kalau pasar sedang kosong bisa mencapai harga 10.000 rupiah, tapi sangat jarang terjadi,” ungkapnya.

Sayangnya, Ia mengatakan belum ada perhatian dari pemerintah untuk petani sayur seperti dirinya seperti pupuk yang mahal.

DCIM3403
Terong yang siap dipanen

“Yang pasti harga pupuk yang masih mahal, kadang tidak sebanding dengan hasil penjualan panen yang masih tidak tentu. Biaya perawatan seperti pembasmian hama dan rumput yang masih tinggi. Juga kami dilepas untuk bertani sendiri, kalau dulu pernah ada penyuluh, sekarang sudah tidak ada lagi. Selain itu banyak tanah yang dijual dan dikaplingkan untuk perumahan sehingga lahan semakin menyempit,” tutur Misdiono.

Ia hanya berharap agar harga pupuk dapat ditekan sehingga kesejahteraan bagi petani seperti dirinya bisa tercapai.

Tak hanya di Desa Tungkarang, petani yang ada di Desa Cindai Alus juga mengeluh, salah satunya adalah Ma’ruful Qodri (51) yang menanam cabai dan singkong.

Ia mengungkapkan bahwa selama menggarap lahan yang dipinjamnya dari warga sekitar, belum ada perhatian dari penyuluh pertanian.

DCIM3396
Ma’ruful Qodri (51)

“Saya menanam cabai dan singkong ini sebagai penghasilan utama. Kalau masalah untungnya ya dicukup-cukupkanlah, yang pasti sudah balik modal. Seperti cabai, walaupun tidak luas tapi setiap kali panen langsung habis dibeli oleh pengepul. Penghasilan seminggu rata-rata 500-600 ribu,” jelasnya.

Walau mengaku untung, tak jarang terjadi kendala dan gangguan dalam usaha pertaniannya, terutama pada lahan cabai yang ia garap.

“Kendala yang saya hadapi seperti keterlambatan beli obat untuk mencegah cabai terkena penyakit. Karena uang untuk membeli obat kadang belum saya dapat, akibatnya cabai keburu kena penyakit. Kendalanya utamanya soal modal,” ungkap Ma’ruful Qodri.

Ia pernah menanyakan aplikasi obat untuk penyakit cabai tersebut ke penyuluh pertanian, sayangnya ujarnya pihak penyuluh pertaniannya tidak tahu.

DCIM3399
Cabai dapat memberikan keuntungan yang cukup besar sekaligus rawan dengan penyakit yang menyebabkan kegagalan panen

“Saya pernah tanya ke penyuluh pertanian, ternyata mereka tak tahu. Jadi saya bingung sendiri. Akhirnya saya kerjakan dengan inisiatif sendiri walau terjadi kendala, pelan-pelan bisa diatasi,” katanya.

Ia berharap agar pemerintah dapat memperhatikan petani sepertinya, terutama untuk mencegah terjangkitnya penyakit di tanaman.

“Saya cuma meminta agar pemerintah dapat memberikan bantuan seperti pupuk dan ketersediaan obat-obatan saja, karena modal saya yang terbatas,” pintanya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
6 Reviews 6 Reviews

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

2026 09 12 14 57 47 perlindungan konsumen digital lpksm borneo kalimantan.jpg
Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung
12 September 2026, 16.03
IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05
IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34
66593275 5a57 44a2 a0fc a71c2d8589d7
KAKI Kalsel Soroti Dugaan Mafia Tanah HSS di Kejati
21 September 2026, 16.25

You Might Also Like

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Dispersip Banjar Butuh Air Bersih, BPBD Langsung Kirim 2.500 Liter

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?