TERAS7.COM – Sangat menghibur, begitulah jalannya laga pertandingan perdana Putra Kusan FC melawan Gaputra FC, pada ajang kompetisi sepakbola piala bupati Tanah Bumbu 2026, Rabu (15/04/2026).
Ratusan penonton pendukung kedua belah tim sepakbola nampak memenuhi lapangan 7 Februari Pagatan, suara teriakan terdengar riuh dari semua sisi lapangan.
Bagaimana tidak, Squad Putra Kusan yang turut diperkuat dengan adanya pemain tim sepakbola nasional Indonesia (Timnas Indonesia, seperti Frezy, Athallah, Rizky dan Ginting.
Tidak kalah dukungan dari sisi Gaputra FC juga diperkuat oleh para bintang daerah, khusus putra putra terbaik Pagatan yang nampak juga berjuang keras mempertahankan segala lini serangan.
Ketegangan terus terjadi setiap detik dan menitnya pertandingan, hingga terjadi insiden yang sempat membuat keributan kecil dari sisi pinggir lapangan karena beberapa para pemain dari kedua belah squad melakukan pelanggaran.
Sampai berakhir babak pertama posisi gawang dari kedua tim tidak terjadi gol, walau sempat adanya pelanggaran di kotak penalti dari sisi gawang Putra Kusan, namun masih sangat mudah di kuasai oleh kiper Ario besutan pesepakbola lokal dari Banjarbaru, membaca tendangan dari lawan.
Masuk pada babak kedua, skema pertandingan terjadi perubahan hingga kedua tim pun melakukan beberapa kali pergantian pertandingan.
Permainan babak kedua sangat terasa terjadi perubahan, Putra Kusan FC terus melakukan tekanan demi tekanan ke sisi gawang Gapura FC membuat nampak permainan berjalan hanya setengah lapangan.
Sesekali Gapura FC pun membuat perlawanan dengan melambung jauh ke sisi gawang Putra Kusan, namun selalu dengan mudah dihalau oleh Jodi Kurniawan selaku kapten terbaik yang dimiliki Putra Kusan.
Mendekati waktu yang sudah hampir habis, penonton terus dibuat tegang oleh permainan tiki taka dari pemain Putra Kusan, namun pertahanan Gaputra semakin rapat dan mampu menggagalkan upaya serangan di kotak penalti.

Peluit panjang pun berbunyi tanda akhirnya pertandingan, dengan pertaruhan terakhir, kedua belah tim melakukan adu penalti.
Lagi lagi penonton dibuat semakin tegang, pada tendangan pertama yang diambil oleh pemain Gaputra gagal menembus pertahanan gawang Putra Kusan.
Penonton makin riuh, menyambut tendangan adu penalti yang dilakukan Rizky Ginting dari Putra Kusan sehingga penciptaan gol pertama bagi Putra Kusan dengan skor unggul 1-0.
Adu penalti terus berlanjut, hingga skor dipimpin oleh Putra Kusan 3-2 dengan posisi terakhir menyisakan satu tendangan dari Gaputra.
Kesempatan terakhir adu penalti gagal diciptakan oleh Gaputra sehingga mengakhiri pertandingan diiringi teriakan semangat riuh dari para penonton yang mendukung squad terbaik Putra Kusan FC.
Athallah salah satu Pemain Putra Kusan mengatakan, cukup mengalami kesulitan dari kondisi linangan yang berlubang dan bergelombang, sehingga perlu waktu untuk beradaptasi.
“Pertama kami sangat bersyukur bisa bermain dan menghibur untuk semua masyarakat yang menonton hari ini, tentu juga kita perlu evaluasi permainan, karena kondisi lapangan yang tidak rata membuat kita cukup kesulitan untuk beradaptasi,” ungkapnya usai selesai pertandingan.
Sementara dari sisi penonton, Mifta mengaku tegang menyaksikan jalannya pertandingan yang membuat jantung terasa deg-degan, ia juga mengaku sangat terhibur dengan permainan yang dibawakan oleh Putra Kusan FC.
“Sangat menegangkan, bagaimana tidak kita yang nonton merasa deg-degan melihat pertandingan, tapi juga sangat terhibur dengan permainan yang dibawakan oleh Putra Kusan, seru,” pungkasnya.