TERAS7.COM – Beberapa waktu yang lalu Wakil Bupati Banjar, Saidi Mansyur telah mengikuti penjaringan calon Kepala Daerah dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) atas usulan Partai Nasional Demorat (Nasdem) Kabupaten Banjar.
Kedatangan Saidi Mansyur untuk meraih 2 kursi dari PDIP demi memenuhi jumlah kursi minimal bisa mencalonkan diri sebagai calon Bupati Banjar ini pun diikuti rombongan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kabupaten Banjar.
Seperti partai politik lainnya, Partai Nasdem Kabupaten Banjar berencana akan membuka penjaringan calon Kepala Daerah sebagaimana partai lainnya.
Hal ini disampaikan oleh Ketua DPD Partai Nasdem, Akhmad Rizanie Anshari saat ditemui Teras7.com di Gedung DPRD Kabupaten Banjar pada Senin (23/9).

“Jelas bahwa DPP Partai Nasdem baru-baru ini telah membuat peraturan organisasi baru yang intinya setiap calon Kepala Daerah yang akan diusung akan mengikuti syarat dan proses penjaringan yang ditetapkan oleh DPP Nasdem,” ujarnya.
Namun DPP Partai Nasdem ujarnya telah memberikan sinyal bahwa Saidi Mansyur tetap akan diunggulkan dalam pencalonan Kepala Daerah.
“DPP menetapkan untuk memberikan perhatian khusus dan mengutamakan kader sendiri untuk dicalonkan sebagai Kepala Daerah. Jika ada yang di luar kader partai akan tetap dipertimbangkan yang bersangkutan menjadi calon Wakil Kepala Daerah,” kata Akhmad Rizanie Anshari.
Dalam penjaringan nanti, Saidi Mansyur akan tetap mengikuti proses penjaringan yang ditentukan, namun posisinya sebagai pertahana yang memiliki elektabilitas lebih tinggi membuatnya diutamakan menjadi calon Bupati yang diusung Nasdem.
“Nasdem sendiri akan berkoalisi dengan partai politik lain untuk mengusung calon kita memerlukan 9 kursi di DPRD banjar. Nasdem saat ini memiliki 7 kursi di DPRD, kita tak mungkin mengusung sendiri, jadi dapat dipastikan berkoalisi,” ungkapnya
Akhmad Rizanie Anshari menambahkan partainya masih membuka peluang dengan partai politik manapun untuk berkoalisi.
“Koalisi yang akan dibangun tersebut akan saling menguntungkan dan pasti ada tawar menawar dalam mengajukan pasangan calon Kepala Daerah dan bagaimana nanti bentuk dukungannya,” pungkasnya.