Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Ribuan Ikan Mati Di Karang Intan, Diskan Banjar Langsung Tinjau Ke Lapangan
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Ribuan Ikan Mati Di Karang Intan, Diskan Banjar Langsung Tinjau Ke Lapangan

Rizki Saputera
Rizki Saputera 14 Oktober 2019, 16.14
Share
WhatsApp Image 2019 10 14 at 14.29.49
SHARE

TERAS7.COM – Kematian ribuan ekor ikan siap panen yang berada di Keramba Jala Apung (KJA) di sepanjang aliran sungai Riam Kanan, Kecamatan Karang Intan langsung direspon oleh Pemerintah.

Petugas Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Banjar yang dipimpin oleh Kabid Perikanan Budidaya, Agus Suprantio melakukan peninjauan langsung ke lapangan.

Berdasarkan akumulasi dari Diskan Kabupaten Banjar, kurang lebih sebanyak 1 ton ikan siap panen di Desa Sungai Asam dan Desa Sungai Alang yang mati.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Diskan Kabupaten Banjar, Riza Dauly saat ditemui awak media di ruang kerjanya pada Senin siang (14/10).

WhatsApp Image 2019 10 14 at 17.13.23
Kepala Diskan Banjar, Riza Dauly dan Kabid Perikanan Budidaya, Agus Suprantio

“Tim kami sudah melakukan peninjauan langsung ke lokasi, sebab kematian diduga karena banyaknya bakteri di air disebabkan penurunan kualitas air,” ujarnya

Baca juga :

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Kadar oksigen di lokasi sambung Riza Dauly hanya 1,4 sementara kadar oksigen untuk budidaya ikan yang baik dan sehat harus diatas 4, selain itu berdampak pada PH air yang asam.

“Kami sendiri sudah melakukan himbauan kepada pembudidaya ikan sebanyak 2 kali agar memanen ikan yang sudah masuk masa panen dan mengurangi penebaran bibit ikan untuk meminimalisir kerugian. Tapi masih saja banyak terjadi karena para pembudidaya masih berspekulasi menunggu harga ikan naik,” jelasnya.

WhatsApp Image 2019 10 14 at 14.29.47
Petugas Diskan Kabupaten Banjar meninjau lokasi ikan mati di Keramba Jala Apung (KJA) Desa Sungai Asam dan Sungai Alang, Kecamatan Karang Intan. Foto : Istimewa

Di keramba sendiri Diskan menemukan KJA dengan tiga tingkat, paling bawah isinya ikan-ikan siap panen, ditengah yang ukuran sedang dan diatas ukuran kecil, masing-masing dibatasi jala sehingga terjadi tak sesuai dengan daya tamping KJA dan menjadi salah satu penyebab banyaknya ikan yang mati.

Jika diakumulasikan, apabila harga ikan 33 ribu rupiah perkilogram, maka kerugian akibat matinya kurang lebih 1 ton ikan ditaksir sekitar 33 juta rupiah.

Debit air sungai Riam Kanan yang berkurang beberapa waktu belakangan karena musim kemarau dan pembatasan debit air buang di Bendungan Riam Kanan juga menjadi salah satu penyebab kematian ribuan ikan ini.

“Pada saat sekarang air yang ada di aliran sungai Riam Kanan dialirkan ke irigasi Riam Kanan dengan fokus untuk pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Kalhutla) yang terjadi,” terang Riza Dauli.

WhatsApp Image 2019 10 14 at 14.29.53
Diakumulasikan sekitar 1 ton ikan mati. Foto : Istimewa

Sementara untuk ribuan ekor ikan yang mati, Kabid Perikanan Budidaya Diskan Banjar, Agus Suprantio menambahkan pihaknya sudah meminta agar petani dapat segera mengangkat ikan yang telah mati.

“Hal ini dilakukan untuk mencegah bakteri berkembang dan menyebabkan kematian ikan di bagian hilir. Ikan yang mati tersebut harus diangkat dan segera kubur, karena baunya menyengat. Kalua jumlah sedikit tak apa-apa dibiarkan dibuang di tanah, tapi kalau jumlah besar akan menimbulkan bau busuk,” ungkapnya.

Kadar oksigen di air sungai pun susah untuk ditingkatkan, tidak semudah di kolam yang dapat dilakukan menggunakan blower, sehingga pembudidaya ikan kata Agus Suprantio telah dianjurkan Diskan Banjar untuk segera memanen ikan siap panen dan mengurangi penebaran bibit ikan untuk menghindari kerugian dalam jumlah besar.

“Karena kemarau yang cukup panjang ini, kita sarankan agar pembudidaya ikan mengikuti saran yang diberikan menunggu hujan alami yang menurut perkiraan BMKG akan terjadi di akhir Oktober atau paling tidak awal November ini,”  harapnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
7 Reviews 7 Reviews

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

2026 09 12 14 57 47 perlindungan konsumen digital lpksm borneo kalimantan.jpg
Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung
12 September 2026, 16.03
IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05
IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34
66593275 5a57 44a2 a0fc a71c2d8589d7
KAKI Kalsel Soroti Dugaan Mafia Tanah HSS di Kejati
21 September 2026, 16.25

You Might Also Like

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Dispersip Banjar Butuh Air Bersih, BPBD Langsung Kirim 2.500 Liter

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?