TERAS7.COM – Sebagai partai pemenang Pemilu Legeslatif Tahun 2019 di Kabupaten Banjar dengan perolehan 8 kursi di DPRD Kabupaten Banjar, Partai Gerindra mulai memberikan sinyal-sinyal siapa yang akan didukung dalam Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar September 2020 mendatang.
Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Banjar, M. Rofiqi menyatakan dukungan pribadi atas majunya Sekda Kota Banjarbaru, Said Abdullah menjadi bakal calon Bupati Banjar.
Kemudian Partai Gerindra Kabupaten Banjar juga membuka penjaringan bakal calon Bupati dan bakal calon Wakil Bupati Banjar untuk menggaet tokoh-tokoh terbaik untuk maju diusung partai yang didirikan mantan Danjen Kopasus Prabowo Subianto ini.
Namun mendekati masa pendaftaran calon Bupati dan calon Wakil Bupati Banjar di Komisi Pemilihan Umum (KPU), tersiar kabar sinyal-sinyal dukungan Partai Gerindra kepada petahana Bupati Banjar, H. Khalillurrahman.
Apalagi setelah H. Khalillurrahman beberapa waktu yang lalu menyatakan akan mempertimbangkan kembali maju setelah mendapat banyak dukungan dari masyarakat.
Hal tersebut menciptakan peluang munculnya pasangan bakal calon Bupati-Wakil Bupati Banjar, H. Khalillurrahman-Said Abdullah yang kemungkinan akan diusung Partai Gerinda Kabupaten Banjar.
Saat dikonfirmasi mengenai hal ini beberapa waktu yang lalu, M. Rofiqi yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjar ini masih enggan terang-terangan menyatakan arah dukungan partainya.
“Cukup sering ada berita kita mendukung petahana. Tentu semua tahu saya secara pribadi mendukung Said Abdullah, semua tentu boleh punya keinginan pribadi. Itu menurut saya opsi terbaik,” ujarnya.
Rofiqi menambahkan ada kemungkinan Partai Gerindra memberikan dukungan pada Petahana Bupati Banjar, akan tetapi masih berproses karena pihaknya mempertimbangkan banyak nama yang mendaftar mengikuti penjaringan melalui Partai Gerindra.
“Yang pasti ketika pasangan calon yang lain menjadikan ulama sebagai Wakil Bupati, kita berbeda. Kita akan menjadikan ulama sebagai pemimpin, didampingi dengan birokrat yang sudah teruji dan mumpuni,” tegasnya.