TERAS7.COM – Setelah sebulan menjalankan tugas penyuluhan dan pendampingan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Tim Penyuluh Karhutla Markas Besar (Mabes) TNI mengakhiri penugasannya di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.Sebelum kembali ke Jakarta, tim yang dipimpin Ketua Tim Penyuluh Mabes TNI Kolonel Inf. Wildan Bahtiar tersebut melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus berpamitan kepada Pemerintah Kabupaten Tapin, Kamis (24/9/2026).
Rombongan didampingi personel Kodim 1010/Tapin dan diterima langsung Wakil Bupati Tapin H. Juanda di ruang kerjanya.Dalam pertemuan tersebut, Wildan menyampaikan evaluasi pelaksanaan penyuluhan dan pendampingan yang selama satu bulan dilakukan bersama masyarakat serta pemangku kepentingan di wilayah Tapin.
Menurutnya, kegiatan difokuskan pada edukasi masyarakat dan penguatan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi potensi Karhutla.
“Alhamdulillah, Karhutla di Kabupaten Tapin tidak terlalu parah dan dapat diantisipasi berkat dukungan semua pihak,” ujar Wildan.
Ia menekankan, pencegahan Karhutla membutuhkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, masyarakat dan berbagai pihak terkait, terutama dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap risiko pembakaran lahan.
Sementara itu, Wakil Bupati Tapin H. Juanda menyampaikan apresiasi atas kontribusi Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI selama menjalankan tugas di Tapin.
“Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Tapin sangat berterima kasih atas kontribusi nyata Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI. Langkah edukasi dan pendampingan selama satu bulan ini sangat berarti dalam meningkatkan kesiapsiagaan kita menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan,” kata Juanda.
Juanda berharap berakhirnya masa penugasan tidak menghentikan sinergi yang telah terbangun antara Mabes TNI, Kodim 1010/Tapin dan Pemkab Tapin.Menurutnya, pencegahan Karhutla harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga wilayah dari ancaman kebakaran.
“Kita berharap kolaborasi ini terus terjalin secara berkelanjutan, sehingga upaya pencegahan Karhutla di Kabupaten Tapin dapat terus diperkuat,” ujarnya.
Usai menyelesaikan penugasan, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI dijadwalkan kembali ke Jakarta. Tim selanjutnya akan menyampaikan laporan hasil pelaksanaan tugas, termasuk pemetaan potensi Karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.
Berakhirnya penugasan tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi bersama untuk memperkuat langkah pencegahan Karhutla di Tapin, terutama menghadapi potensi ancaman kebakaran pada periode berikutnya.