TERAS7.COM – Setelah menanti sejak 1982, masyarakat Kelurahan Mengkatip, Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan, kini dapat menikmati layanan listrik 24 jam.
Sebelumnya, pasokan listrik di wilayah tersebut hanya tersedia selama 14 jam sehari. Peningkatan layanan ini terwujud melalui sinergi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) bersama Pemerintah Kabupaten Barito Selatan.
Peresmian jaringan listrik on-grid ditandai dengan penyalaan listrik secara simbolis oleh Bupati Barito Selatan H Eddy Raya Samsuri, didampingi Wakil Bupati Barito Selatan Khristianto Yudha bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di Huma Betang, Minggu (13/09/2026).
Huma Betang dipilih sebagai lokasi peresmian karena menjadi simbol kerukunan, persatuan dan kebersamaan masyarakat Dayak.
Bupati Barito Selatan H Eddy Raya Samsuri mengapresiasi sinergi bersama PLN yang berhasil menghadirkan layanan listrik 24 jam bagi masyarakat Mengkatip.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Barito Selatan dan masyarakat, saya mengapresiasi PT PLN yang telah bekerja tanpa henti sehingga warga Mengkatip kini dapat menikmati listrik 24 jam penuh. Ini adalah wujud nyata kehadiran negara untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Eddy.
Menurutnya, peningkatan layanan listrik diharapkan turut membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan, sekaligus mendukung pendidikan generasi muda.
“Dengan adanya listrik ini, kita berharap kesejahteraan masyarakat semakin meningkat, baik dari sisi ekonomi maupun pengetahuan generasi muda melalui pendidikan yang lebih layak,” tambahnya.
Asisten Manajer Perencanaan PLN UP3 Kuala Kapuas, Pramudya Nur Perdana, mengatakan pembangunan listrik desa di Mengkatip dapat terwujud melalui kolaborasi PLN bersama Pemerintah Kabupaten Barito Selatan dan seluruh stakeholder terkait.
“Kami bersyukur berkat sinergi bersama, kita bisa mewujudkan mimpi masyarakat Mengkatip untuk dapat menikmati listrik selama 24 jam,” ujarnya.
Untuk mendukung layanan tersebut, PLN UID Kalselteng membangun 3,1 kilometer sirkuit jaringan tegangan menengah (JTM), 4,9 kilometer jaringan tegangan rendah (JTR), serta memasang sembilan unit transformator dengan total kapasitas 75 kilovolt ampere (kVA).
Pramudya mengatakan, infrastruktur tersebut memungkinkan PLN melayani sekitar 1.003 potensi pelanggan di wilayah Mengkatip.
“Dengan adanya jaringan ini, PLN dapat melayani sekitar 1.003 potensi pelanggan di wilayah Mengkatip,” katanya.
Sementara itu, General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat Mengkatip yang kini dapat menikmati listrik sepanjang hari.
“Selamat kepada seluruh masyarakat Mengkatip yang kini dapat menikmati listrik 24 jam. Semoga waktu yang lebih panjang dengan dukungan listrik ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas, mengembangkan usaha, dan mendukung pendidikan anak-anak,” ujar Iwan.
Beroperasinya jaringan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN memperkuat pemerataan akses listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.
Kehadiran listrik 24 jam di Mengkatip diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat, membuka ruang pengembangan usaha, serta menunjang kebutuhan pendidikan di wilayah yang sebelumnya masih memperoleh pasokan listrik terbatas.