TERAS7.COM – Lima siswa berbakat dari SMPN 1 Pulau Laut Timur ikut serta dalam berbagai lomba seni budaya pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2024, yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kotabaru.
Acara ini berlangsung di Aula Anshari Suryadi dan Aula SD IT Al-Izzah pada 30-31 Oktober 2024, diikuti oleh peserta dari jenjang Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Festival ini bertujuan melestarikan bahasa dan sastra daerah, sekaligus menjadikan generasi muda sebagai penutur aktif bahasa daerah.
Kelima siswa yang mewakili SMPN 1 Pulau Laut Timur antara lain:
- Listya Henita – Lomba Bakisah (bercerita)
- Jihni Ulfia Rizki – Lomba Bapidatu (berpidato)
- Nor Rizky – Lomba Bapandung (kesenian monolog)
- Aisha Nadine Zaskia – Lomba Membuat Carita Handap (cerita pendek)
- Muhammad Ami Anugrah Efendi – Lomba Membuat Puisi
Kepala Sekolah SMPN 1 Pulau Laut Timur, Herry Amiarso, mengungkapkan apresiasinya kepada para siswa yang berpartisipasi dalam FTBI. Ia berharap kegiatan ini dapat memperkaya wawasan serta menumbuhkan kebanggaan siswa terhadap budaya Banjar.
“Alhamdulillah, hingga acara selesai dan pengumuman pemenang, tiga siswa kita berhasil meraih juara. Aisha Nadine Zaskia meraih juara 1 untuk cerpen, Jihni Ulfia Rizki juara 2 pidato, dan Nor Rizky juara 3 lomba Bapandung,” ujar Herry.
Herry menambahkan bahwa partisipasi mereka dalam lomba ini menjadi bagian dari pengembangan minat dan bakat siswa, yang diharapkan menjadi bekal berharga di masa depan.
Di samping keberhasilan di FTBI, SMPN 1 Pulau Laut Timur juga tengah bersiap menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 yang akan digelar pada 11 November 2024.
“Perayaan ini akan diisi berbagai lomba olahraga antar-SMP se-Kecamatan Pulau Laut Timur, seperti bola voli, sepak bola, dan bulutangkis, yang akan berlangsung pada 9 November. Para pemenang akan menerima trofi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan,” tuturnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, SMPN 1 Pulau Laut Timur menunjukkan komitmen dalam mendukung pengembangan prestasi siswa serta pelestarian budaya lokal Banjar.