Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Tagana Kabupaten Banjar Juara Dapur Umum Terbaik Se Kalimantan
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Tagana Kabupaten Banjar Juara Dapur Umum Terbaik Se Kalimantan

Rizki Saputera
Rizki Saputera 19 Agustus 2020, 19.44
Share
WhatsApp Image 2020 08 19 at 18.06.05
Tagana Kabupaten Banjar Juara Dapur Umum Terbaik Se Kalimantan.
SHARE

TERAS7.COM – Hari Kemanusiaan Sedunia (World Humanitarian Day) yang jatuh pada tanggal 19 Agustus ini diperingati sebagai hari untuk tenaga kemanusiaan diseluruh dunia yang bekerja memberikan bantuan kemanusiaan, baik akibat bencana alam, perang hingga bencana kesehatan.

Pertama kali di peringati pada tahun 2009, sejak ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengenang para tenaga kemanusiaan yang berani bertaruh nyawa untuk memberikan bantuan kemanusiaa dan pada Rabu (19/8/2020) ini merupakan peringatan ke sebelas Hari Kemanusiaan Sedunia.

Di Indonesia sendiri ada cukup banyak tenaga kemanusiaan yang siap sedia untuk memberikan bantuan kemanusiaan pada saat darurat, baik dalam bentuk organisasi dibawah pemerintah maupun berbentuk organisasi sosial non profit.

Salah satu pejuang kemanusiaan tersebut adalah Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang merupakan barisan relawan sosial yang berasal dari masyarakat dan memiliki kepedulian serta aktif dalam penanggulangan bencana bidang perlindungan sosial.

Tagana sendiri dibentuk pada tahun 2002 menyikapi rancangan bangun sistem penanggulangan bencana berbasis masyarakat dan sekarang organisasi relawan yang di organisir Pemerintah melalui Kementerian Sosial ini sudah berkembang ke seluruh Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.

Baca juga :

Hadiri Kampanye Haji Fani – Habib Taufan, Ratusan Warga Takulat: Coblos Nomor 3!

Haji Fani – Habib Taufan Kampanye di Warukin, Warga Sampaikan Dukungan

Haji Fani – Habib Taufan Tampil Apik di Debat Perdana Pilkada Tabalong

Ketua Forum Tagana Kabupateb Banjar, Suhada mengungkapkan Tagana sendiri merupakan kumpulan relawan yang terlatih dan siap setiap saat untuk memberikan bantuan kemanusiaan pada bencana, misalnya banjir, longsor, kebakaran, puting beliung dan sebagainya.

WhatsApp Image 2020 08 19 at 18.06.06 1
Suhada, Ketua Forum Tagana Kabupateb Banjar.

“Di Kalsel sendiri dibentuk pada tahun 2005 pasca kejadian bencana Gempa dan Tsunami di Aceh pada tahun 2004 silam. Awalnya relawan di rekrut dari pegawai negeri dari lintas instansi, saya sendiri dulu dari Dinas Pendidikan. Kemudian setelah 3 tahun, anggota Tagana direkrut dari berbagai profesi, termasuk dari BPK dan Orari. Sementara pegawai tidak boleh lagi menjadi relawan,” ujarnya.

Menjadi relawan dengan tugas dibidang kemanusiaan sendiri kata Suhada tidak mudah, apalagi relawan Tagana menjadi ujung tombak dan garda terdepan saat terjadi bencana.

“Minimal 1 jam setelah terjadi bencana, relawan kami sudah harus ada di tempat untuk memantau lokasi bencana dan melakukan pendataan untuk memberikan laporan. Apabila ternyata bencana tersebut berskala besar, maka kami yang biasanya ditugaskan untuk membangun Dapur Umum, sesuai dengan spesialisasi kami,” bebernya.

Bahkan ketika sedang libur di rumah bersama keluarga, ketika ada panggilan maka relawan Tagana akan langsung berangkat meninggalkan keluarga untuk menjalankan tugas sosial kemanusiaan.

“Bahkan ketika makan, kami wajib meninggalkan makanan yang ada di depan kami demi berangkat menuju lokasi bencana. Hal ini sudah menjadi perjanjian kami ketika pertama kali menjadi relawan Tagana, kami mengutamakan untuk menolong orang orang yang sedang mengalami bencana diatas kepentingan keluarga. Menjadi relawan Tagana sendiri tidak ada pensiun dan seumur hidup selama masih bersedia untuk menjadi relawan, kecuali kita mengundurkan diri,” ungkap Suhada.

Relawan Tagana di Kabupaten Banjar sendiri lanjutnya berjumlah lebih dari 70 orang dan berasal dari berbagai profesi, mulai dari buruh lepas sampai tukang becak, namun memiliki beragam keahlian dan spesialisasi masing-masing.

“Untuk menjadi relawan Tagana harus diusulkan dulu oleh Dinas Sosial ketika ada program penerimaan. Untuk menjadi relawan juga harus menenuhi berbagai persyaratan seperti kesehatan dan lainnya. Kemudian akan mengikuti Diklat Tagana di pusat, latihannya sendiri semi militer mulai dari berguling-guling di lumpur sampai outbound untuk melatih kekompakan, disiplin dan kebersamaan. Setelah mengikuti diklat maka akan mendapatkan sertifikat dan memiliki nomor induk anggota Tagana dari Kementerian Sosial. Baru nanti ada pembekalan tambahan seperti psikologi, shelter, dapur umum, pendamping sosial dan lain-lain. Jadi kalau kami bertugas, masing-masing relawan sudah siap dengan tugas dan spesialisasi masing-masing,” jelasnya.

Sebagai relawan yang bekerja untuk membantu sesama atas dasar kemanusiaan, Suhada mengungkapkan pada dasarnya mereka tidak mengharapkan imbalan saat menjadi relawan Tagana.

“Namun Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial memberikan kami insentif setiap bulan sebesar 250 ribu rupiah, namun pembayarannya tidak dilakukan setiap bulan, tapi setiap triwulan. Kemudian Pemkab Banjar juga memberikan insentif sebesar 150 ribu rupiah perbulan, biasanya dibayarkan setiap 2-4 bulan sekali,” terangnya.

Walaupun insentif yang diberikan oleh pemerintah jauh dari kata layak, namun bukan insentif yang membuat mereka bertahan menjadi relawan Tagana.

“Tapi kita bertahan karena panggilan hati sebagai relawan, jadi kita tak mengharapkan bayaran, walaupun hal ini sering menjadi gejolak di relawan Tagana di daerah lain karena kecemburuan. Ini diakibatkan masing-masing daerah memiliki perbedaaan kebijakan, ada yang memberi insentif ada yang tidak, nilainya pun tidak seragam sesuai dengan kemampuan daerah masing-masing. Kalau menjadi Tagana kita berharap mendapatkan kesejahteraan, itu omong kosong. Sebagai relawan kita kalau diberikan penghargaan kita bersyukur, kalau tidak pun tak apa, malahan sering kali kita keluar ongkos pribadi,” bebernya.

Suhada berharap seluruh relawan Tagana, terutama yang berada di Kabupaten Banjar dapat disehatkan selalu sehingga bisa siap siaga melaksanakan tugas kemanusiaan.

“Harapan ke depan yang paling utama adalah kami selalu disehatkan sehingga selalu bisa eksis dan berada di garis terdepan untuk memberikan bantuan kalau ada bencana,” ucap pensiunan ASN Dinsos Banjar ini.

WhatsApp Image 2020 08 19 at 18.06.06
Nursafiullah, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Banjar.

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Banjar, Nursafiullah mengungkapkan Tagana di Kabupaten Banjar merupakan salah satu Tagana terbaik di Kalimantan.

“Pernah dalam suatu lomba Tagana se Kalimantan, relawan Tanaga dari Kabupaten Banjar meraih juara dalam bidang Dapur Umun. Karena itu Tagana Kabupaten Banjar terkenal sebagai relawan Tagana terbaik di Kalimantan dengan spesialisasi Dapur Umum. Bahkan saat terjadi banjir di Banjarbaru, kita memberikan bantuan dengan membuka Dapur Umum bagi masyarakat yang terdampak banjir,” ungkapnya.

Nursafiullah berharap relawan Tagana Kabupaten Banjar yang berada di bawah bimbingannya dapat terus solid, selalu siap siaga dan terdepan dalam memberikan bantuan kemanusiaan.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15

You Might Also Like

Hadiri Kampanye Haji Fani – Habib Taufan, Ratusan Warga Takulat: Coblos Nomor 3!

Haji Fani – Habib Taufan Kampanye di Warukin, Warga Sampaikan Dukungan

Haji Fani – Habib Taufan Tampil Apik di Debat Perdana Pilkada Tabalong

Haji Fani – Habib Taufan Akan Serap Tenaga Kerja dari Kelompok Disabilitas

Kampanye Haji Fani – Habib Taufan Diguyur Hujan Deras, Massa Tak Goyah

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?