TERAS7.COM – Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Kota Banjarbaru menyebutkan setiap minggunya melayani sedikitnya 15 sampai dengan 20 orang penderita penyakit Talasemia.
Kemudian, setiap minggunya pula, RSD Idaman Kota Banjarbaru harus menghabiskan 30 sampai 40 kantong darah untuk kebutuhan penderita Talasemia.
Direktur RSD Idaman, dr. Danny Indrawardhana, MMRS mengatakan bahwa sampai saat ini masih tidak ditemukan terkait cara penyembuhan penyakit Talasemia tersebut.
“Sejauh ini sih tidak ada,” ujarnya. Kamis (12/05/2022).
Menurut dr. Danny, Talasemia adalah kelainan darah karena kurangnya hemoglobin (Hb) yang normal pada sel darah merah. Kelainan ini membuat penderitanya mengalami anemia atau kurang darah.
Sehingga, penderita talasemia perlu menjalani transfusi darah berulang untuk menambah sel darah yang kurang.
“Memang talasemia, apalagi yang mayor kondisi sel darahnya pecah sendiri,” ucapnya.
“Kalau istilahnya seperti vampir yang menghisap darah terus, jadi harus transfusi darah,” tambahnya.
Meski tidak bisa disembuhkan, disampaikan dr. Danny, Talasemia ini berbeda dengan HIV, yang mana HIV mengganggu kekebalah tubuh penderitanya.
“Beda, kalau HIV kan gangguan kekebalan tubuh, kalau ini kan (talasemia) sel darah merahnya pecah sendiri, jadi memang kelainan darah,” tandasnya.
Sebagai tambahan informasi, Talasemia merupakan penyakit kelainan darah merah yang diturunkan dari kedua orangtua kepada anak dan keturunannya.
Oleh karenanya, untuk mencegah agar thalasemia tidak menurun ke anak, pasangan yang akan menikah disarankan berkonsultasi dengan dokter, terutama bagi pasangan yang keluarganya menderita talasemia.