TERAS7.COM – Ada beragam upaya yang dilakukan Pemkab Banjar untuk menanggulangi terjadinya stunting warganya, salah satu upaya yang kini dilakukan adalah dengan peluncuran program “Manis Bapanting”.
Program yang memiliki kepanjangan Masyarakat Banjar Maju, Mandiri, Agamis Bersama Pantau dan Peduli Stunting ini diluncurkan Bupati Banjar H Saidi Mansyur di sela acara Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Banjar Tahun 2021 di Tree Park Hotel Kertak Hanyar beberapa waktu yang lalu.
Kegiatan yang dilaksanakan secara terbatas tersebut, juga diikuti oleh sejumlah stakeholder terkait secara virtual melalui zoom meeting.
Saidi Mansyur sendiri membuka acara tersebut secara virtual di Command Center Martapura didampingi Kepala Bappeda Litbang Banjar, Galuh Tantri Narindra.
Sementara dilokasi acara sendiri dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, M. Muslim dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dr. Diauddin beserta jajaran.
Saidi Mansyur mengatakan angka stunting di Kabupaten Banjar cukup besar dan menjadi perhatian bagi pemerintah daerah.
“Stunting ini masuk pada program kesehatan ibu dan anak yang menjadi salah satu prioritas pembangunan yang masuk dalam target perencanaan pembangunan jangka menengah daerah,” jelasnya.
Saidi mengatakan kedatangan Pj Gubernur Kalsel beberapa waktu lalu juga jadi perhatian pemerintah daerah, menyampaikan bahwa angka stunting di Kabupaten Banjar cukup besar dan disadari sebagai ancaman bagi sumber daya manusia Kabupaten Banjar.
“Kita sadar, stunting ini bukan hanya kerdil tapi juga menganggu perkembangan otak dan akan sangat memengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah serta beraktivitas di usia produktif,” ujarnya
Untuk itu lanjutnya Pemkab Banjar sudah melakukan identifikasi yang menjadi perhatian serius peemrintah selain pandemi covid-19, di antaranya kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap stunting dan pernikahan dini yang masih tinggi, sebagai salah satu penyebab terjadinya stunting.
“Kita terus berupaya untuk melakukan penurunan angka stunting dan menekan angka pernikahan dini, yakni dengan menggandeng Pengadilan Agama melakukan MoU bersama Dinas Dukcapil Kabupaten Banjar,” ungkapnya.
Pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan piagam penghargaan Desa Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) pada Kepala Desa dari 4 desa 1 kelurahan antara lain Desa Pesayangan Utara, Desa Keladan Baru, Desa Artain, Desa Tiwingan Baru, dan Kelurahan Sungai Paring.
Kemudian juga diserahkan bantuan bagi keluarga sasaran 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) dan penandatanganan pencanangan Manis Bapanting oleh Saidi Mansyur.
Sebelumnya, program Manis Bapanting ini sudah di sosialisasikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar pada masyarakat, salah satunya ke warga Desa Sungai Rangas Tengah, Kecamatan Martapura Barat.