Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Terancam Lahan Pertanian Berkurang, Ini Strategi Kabupaten Banjar Tetap Jadi Kindai Limpuar
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Terancam Lahan Pertanian Berkurang, Ini Strategi Kabupaten Banjar Tetap Jadi Kindai Limpuar

Rizki Saputera
Rizki Saputera 15 September 2019, 15.19
Share
WhatsApp Image 2019 08 27 at 00.49.42
Kabupaten Banjar terkenal sebagai penghasil padi terbesar di Kalsel
SHARE

TERAS7.COM – Kabupaten Banjar merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan yang menjadi penghasil beras terbesar dan ditetapkan sebagai lumbung padi daerah.

Hal ini membuat Kabupaten Banjar ini dikenal sebagai “Kindai Limpuar” karena mampu memproduksi beras dalam jumlah besar karena sebagian besar penduduknya bekerja bertani padi.

Kemajuan zaman dan teknologi serta pertambahan jumlah penduduk, baik melalui kelahiran maupun urbanisasi mengharuskan perluasan sebuah kota atau daerah agar mampu menampung penduduk.

Kabupaten Banjar yang berbatasan langsung dengan Kota Banjarmasin yang padat dengan pertumbuhan yang pesat membuatnya terkena dampak pembangunan di Kota Banjarmasin.

Antara lain berubahnya lahan-lahan di Kabupaten Banjar yang ada di sekitar Kota Banjarmasin menjadi pusat pemukiman, padahal lahan-lahan yang berubah itu dahulunya merupakan lahan pertanian padi.

Baca juga :

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Kabupaten Banjar, Muhammad Fachry saat ditemui beberapa waktu yang lalu membenarkan terjadinya penurunan jumlah lahan pertanian di Kabupaten Banjar.

WhatsApp Image 2019 08 27 at 00.49.30
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Kabupaten Banjar, Muhammad Fachry

“Benar, terjadi penurunan lahan pertanian khususnya sawah. Bukan hanya setiap tahun, bahkan hampir setiap bulan terjadi alih fungsi akibat dampak pertambahan penduduk dan perkembangan peradaban,” ujarnya.

Alih fungsi lahan persawahan tersebut ujar Muhammad Fachry menjadi sarana dan prasarana seperti jalan, perumahan, ruko dan pergudangan.

“Karena persawahan kita sebagian berada mengelilingi kota Banjarmasin dan lahan di Kota tersebut sudah tak ada lagi untuk menampung perkembangan, jadi mau tak mau kita terdampak pada pembangunan terutama perumahan,” ungkapnya.

Pembangunan jalan nasional dan jalan provinsi ujarnya membuat lahan yang berada 1,25 km di sisi jalan nasional dan 720 meter di sisi jalan provinsi juga terdampak pengurangan lahan pertanian.

“Untuk pembangunan jalan paling tidak membuat lahan pertanian kita kira-kira turun sekitar 9000 hektar. Kami sulit mendeteksi berapa penurunan lahan ini karena datanya ada di Dinas Perizinan, karena mereka yang berwenang memberikan perizinan alih fungsi lahan,” terang Muhammad Fachry.

Untuk mengantisipasi penurunan jumlah lahan ini dan mempertahankan status sebagai lumbung beras daerah, Kabupaten Banjar melaksanakan intensifikasi lahan pertanian.

“Lahan kita intensifikasi agar produktivitasnya naik, jadi dulu yang sekali ditanam, sekarang bisa ditanam 2 kali setahun. Yang biasanya setahun menanam padi lokal, kini bisa dua kali dengan menanam padi unggul setelah memanen padi lokal,” kata Kadis TPH ini.

Juga dilakukan perluasan areal lahan sawah dengan memanfaatkan lahan rawa lebak dan lahan rawa pasang surut sebanyak ribuan hektar yang selama ini belum difungsikan.

“Lahan-lahan yang sebelumnya tidur itu akan kita buka melalui program Serasi dan prioritas agar bisa ditanami setahun 2 kali. Perbaikan infrastruktur pertanian ini akan didukung dengan dana dan alat sehingga kendala yang sering ditangani seperti banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau bisa diatasi,” tutupnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
5 Reviews 5 Reviews

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

2026 09 12 14 57 47 perlindungan konsumen digital lpksm borneo kalimantan.jpg
Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung
12 September 2026, 16.03
IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05
IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34
66593275 5a57 44a2 a0fc a71c2d8589d7
KAKI Kalsel Soroti Dugaan Mafia Tanah HSS di Kejati
21 September 2026, 16.25

You Might Also Like

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Dispersip Banjar Butuh Air Bersih, BPBD Langsung Kirim 2.500 Liter

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?