Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Tergerus Zaman, Pasar Papan Martapura Belum Mati
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Tergerus Zaman, Pasar Papan Martapura Belum Mati

Rizki Saputera
Rizki Saputera 12 Desember 2020, 16.38
Share
WhatsApp Image 2020 12 12 at 13.36.51 1
SHARE

TERAS7.COM – Pasar Papan Martapura yang berada di Jalan Pasar Papan, Desa Antasan Senor Ilir, Kecamatan Martapura Timur merupakan kawasan yang terkenal sebagai penjualan kayu di Kabupaten Banjar.

Di Pasar Papan yang berdiri sekitar tahun 1985 ini terdapat sekitar 40 petak penjual kayu berbagai jenis.

Pasar Papan ini sendiri awalnya berlokasi di Kampung Pesayangan, depan Mesjid Agung Al-Karomah sebelum pindah ke lokasi sekarang, dimana pada tahun 1992 Pasar Papan ini sempat musnah akibat kebakaran besar.

Namun pasca kebakaran tersebut, Pasar Papan bangkit kembali dan penjualan kayu terus meningkat hingga akhirnya mulai menurun akibat meningkatnya pembangunan perumahan dengan bahan bangunan yang mayoritas bukan kayu lagi.

Salah satu pemilik usaha penjualan kayu, Faturrahman (50) saat ditemui pada Sabtu (12/12) mengungkapkan penjualan kayu di Pasar Papan tetap berjalan.

Baca juga :

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

ULM Suport 24 Kelompok Mahasiswa Modal Wirausaha Pada Program PMW 2026

WhatsApp Image 2020 12 12 at 13.36.53

“Tapi memang ada sedikit penurunan penjualan selama 10 tahun belakangan, tak seramai dahulu karena adanya beragam bahan bangunan yang lain pengganti kayu,” katanya.

Penjualan kayu di Pasar Papan sendiri lanjutnya memang tak seramai dulu, apalagi sekarang penjualan kayu sudah dimana-mana, tak lagi terkonsentrasi di Pasar Papan seperti dahulu.

Faturrahman sendiri mengaku mulai menggeluti usaha ini sejak tahun 2008 melanjutkan usaha orang tuanya dan ada beberapa jenis kayu yang dijualnya.

“Ditempat kita ada kayu meranti, keruing dan ulin. Selain menjual papan dan balok untuk bahan pembuatan rumah, kusen dan lemari, ada juga ukiran khas Banjar ditempat kita,” bebernya.

WhatsApp Image 2020 12 12 at 13.36.52

Sementara itu Hairun (40), salah satu pemilik usaha penjualan kayu di Pasar Papan sejak 2006 melanjutkan usaha keluarga ini mengaku permintaan kayu masih cukup tinggi.

“Penjualan kayu memang menurun, tapi permintaannya masih tinggi terutama di daerah yang kondisi lahannya rawa, masih memerlukan tongkat dari balok kayu ulin. Misalnya di daerah Antasan,” katanya.

Hairun mengungkapkan ia hanya menjual papan dan balok kayu ulin yang didapatkan dari pabrik di Liang Anggang Banjarbaru untuk dijual secara eceran.

“Untuk papan kayu ulin dengan panjang 1,5 meter biasanya kita jual 33 ribu rupiah perkeping. Sedangkan untuk balok kayu ulin 510 kita jual 55 ribu perbalok,” ungkapnya.

WhatsApp Image 2020 12 12 at 13.36.51

Hairun menambahkan stok kayu ulin yang dijualnya sendiri cukup laku, sehingga hampir setiap bulan ia mendatangkan stok baru agar tidak kosong.

“Kita sendiri menjual paling jauh ke Mataraman, tapi mayoritas pembeli kita kebanyakan dari Pekauman, Pesayangan, Dalam Pagar dan Astambul yang mayoritas daerahnya rawa-rawa,” bebernya.

Namun Hairun menungkapkan usaha penjualan kayu sempat terpukul pandemi Covid-19 yang membuat penjualan sempat lesu karena pembeli yang enggan datang langsung untuk membeli.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise2

Populer Bulan Ini

IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34
66593275 5a57 44a2 a0fc a71c2d8589d7
KAKI Kalsel Soroti Dugaan Mafia Tanah HSS di Kejati
21 September 2026, 16.25
IMG 20260924 WA0041 scaled e1790248419389
Pencarian Hari ke-12 KM Virgo Transport 8: Tim Penyelam Kembali Temukan 14 Korban, Total 150 Orang Ditemukan
24 September 2026, 19.15
Screenshot 2026 09 23 092554
Tingkatkan Nilai Tambah Produk Perikanan, Tiga Dosen ULM Turun ke Angsana
24 September 2026, 16.19

You Might Also Like

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

ULM Suport 24 Kelompok Mahasiswa Modal Wirausaha Pada Program PMW 2026

Obat Batuk Seledryl Jadi Tren Nge-Fly Remaja, RSUD Raza Ingatkan Dampak Fatalnya

Perkuat Kesiapsiagaan Wilayah, Kecamatan Beruntung Baru Gelar Bimtek dan Pelatihan Satlinmas

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?