TERAS7.COM – Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah II Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) RI, Jeffrey Erlan Muller didampingi Kepala Subbidang Penyiapan Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pelayanan Publik Wilayah II-2, Pandji Saputra kunjungi Mal Pelayanan Publik (MPP) Barokah Kabupaten Banjar pada Jumat (7/2).
Kedatangan perwakilan Kemenpan RB ini disambut oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, HM. Hilman beserta Tim Percepatan MPP Barokah dan langsung meninjau sejumlah bentuk pelayanan dan fasilitas yang ada di MPP Barokah.
Jeffrey Erlan Muller mengatakan MPP merupakan salah satu kegiatan reformasi birokrasi layanan, yaitu mempercepat layanan, sebagaimana arahan Presiden dimana memberikan pelayanan kemudahan di bidang investasi.
“Jadi dengan adanya MPP ini akan membuka investor untuk datang, arus modal dan barang di daerah serta kesempatan peluang kerja dapat meningkatkan kesejateraan, rakyat,” ungkapnya.

MPP ini dibentuk dari ide untuk menyatukan semua layanan baik izin maupun perizinan dalam satu tempat.
“Pelayanan MPP tersebut tentu harus terintegrasi baik pada datanya maupun informasinya kemudian sistemnya, dengan pelayanan satu tempat semua bisa selesai dengan percepatan,” ucap Jeffrey.
Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah II ini menambahkan percepatan tersebut harus ditunjang kesiapan SDM yang profesional dan mengerti dengan tugas dan fungsinya serta jaringan IT yang harus mapan.
“Karena sebagai besar penguna layanan MPP 70-80% adalah kaum millennial, dan selebihnya para orang tua, sehingga hal ini harus di wadahi dengan baik. Jadi pelayanan yang ada harus kita ubah dengan percepatan, ini yang menjadi keunggulan koperatif MPP,” tandasnya.

Ia juga menyampaikan hal utama yang harus ditawarkan pada MPP yaitu kenyamanan, kecepatan, dan keramah-tamahan, karena pola-pola pelayanan tersebut yang mendorong tingkat kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah.
MPP Barokah Kabupaten Banjar secara umum kata Jeffrey Erlan Muller sudah baik untuk awal pelayanan, namun ada beberapa hal yang perlu pembenahan, karena membuat sesuatu dengan sempurna, memerlukan proses.
“Seperti anggaran dan sarana prasarana, demikian juga dengan sistem dan sebagainya. Ini semua perlu tahapan, tetapi yang dilakukan MPP Barokah ini sudah baik, karena telah dilakukan simulasinya,” ucapnya.
Jeffrey Erlan Muller berharap MPP Barokah Banjar ini memiliki kekhasan sendiri yaitu layanan yang bersifat syariah.
“Mohon diharapkan layanan yang bersifat syariah ini adalah layanan-layanan yang sifatnya madani, layanan-layanan yang berbasis islamiah yang baik. Ini yang akan menjadi keunggulan dari MPP Barokah dari yang lainnya,” tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, HM Hilman mengatakan keberadaan MPP yang sudah secara jelas memenuhi apa disampaikan oleh Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah II Kemenpan RB, yaitu untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Banjar yang sejahtera dan barokah.
“Keberadaan MPP ini merupakan visi Bupati Banjar, makanya pada kunjungan Kemenpan RB tadi banyak masukkan-masukkan untuk perkembangan MPP ini. Kami sedang melaksanakan berbagai pengembangan sehingga harapan itu dapat terpenuhi, yaitu kekhasan khusus yang dimiliki MPP Barokah Kabupaten Banjar dibandingkan dengan MPP Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia,” jelasnya,
Sekda Banjar menambahkan ada banyak arahan yang sudah disampaikan oleh Kemenpan RB yang dapat dijadikan Pemerintah Kabupaten Banjar sebagai bahan untuk menyusun rencana jangka pendek, menengah dan panjang terkait dengan pengembangan MPP Barokah.
“Pengembangan akan kita lakukan sesuai dengan kemampuan kita, karena semua melalui proses, melalui monitoring dan evaluasi, juga perbaikan-perbaikan yang semua akan dilakukan, guna memberikan pelayanan yang cepat, mudah dan nyaman kepada masyarakat,” ujar Sekda Banjar.