TERAS7.COM – Ketua DPRD Kabupaten Kotabaru, Suwanti, menggelar reses untuk menyerap aspirasi masyarakat. Dalam pertemuan ini, warga menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari infrastruktur, akses pendidikan, hingga kesejahteraan masyarakat, di Desa Batu Tunau, Kecamatan Pulau Laut Timur, Senin (17/2/2025).
Kepala Desa Batu Tunau, Syahrudin, menyoroti pentingnya perbaikan jalan titian kayu yang menjadi jalur utama aktivitas warga. Menurutnya, kondisi jalan yang semakin memprihatinkan kerap menghambat mobilitas dan ekonomi masyarakat.
“Kami berharap adanya perbaikan jalan titian kayu yang menjadi akses utama warga. Saat ini, jika ada kerusakan, kami hanya bisa mengandalkan gotong royong,” ujar Kades Batu Tunau, Syahrudin yang akrab disapa Pambakal Idan.
Selain infrastruktur, para guru dari SDN Rampa Kapis juga menyampaikan usulan peningkatan fasilitas belajar, termasuk penambahan ruang kelas baru untuk TK. Kepala Sekolah SDN Rampa Kapis, M. Ahdar, turut mengajukan pembangunan rumah dinas bagi guru honorer yang saat ini harus berbagi tempat tinggal.
“Saat ini ada tujuh guru honorer yang mengajar di SDN Rampa Kapis, sementara rumah dinas yang tersedia hanya satu dan harus ditempati oleh empat guru,” kata M. Ahdar.
Aspirasi juga datang dari para nelayan yang membutuhkan alat tangkap ikan dan mesin kapal untuk menunjang kegiatan melaut. Sementara itu, petani sawit dan petani tambak meminta bantuan pupuk dan program pendukung pertanian.
Di bidang lingkungan, warga yang diwakili oleh Ira Nor Rizki mengusulkan pengadaan alat pemadam kebakaran serta tempat penampungan sampah. Permintaan lainnya, Kades mengusulkan pemasangan penerangan jalan umum (PJU) demi meningkatkan keamanan lingkungan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ketua DPRD Kotabaru, Suwanti, berjanji akan memperjuangkan kebutuhan masyarakat dalam pembahasan anggaran dan program kerja pemerintah daerah.
“Reses bukan sekadar seremonial, melainkan momen penting untuk mendengar langsung keluhan masyarakat. Kami akan membawa seluruh aspirasi ini ke tingkat legislatif agar dapat direalisasikan sesuai kebutuhan warga,” tegas Suwanti.
Ia juga menyoroti kondisi warga yang berdomisili di kawasan cagar alam, berharap mereka bisa dipindahkan ke tempat yang lebih layak.
Reses DPRD menjadi mekanisme penting dalam proses demokrasi daerah. Dengan harapan besar, Suwanti dan para pemangku kepentingan terus berupaya agar kebijakan yang diambil lebih berpihak pada masyarakat dan sesuai dengan kondisi di lapangan.