TERAS7.COM – Kurang lebih 1.200 vaksin jenis Astrazeneca di Kabupaten Banjar tak lama lagi akan kadaluarsa pada akhir Februari 2022 ini.
Hal ini diungkapkan Sekda Banjar M. Hilman usai pertemuan virtual via Zoom Meeting bersama Kapolri pada Jumat (24/2/2022) di RTH Albasia Martapura.
M. Hilman mengungkapkan ada beberapa kendala yang dihadapi oleh Kabupaten Banjar dalam melakukan vaksinasi ini terhadap masyarakat.
“Kita harus menghabiskan vaksin yang ada sebelum tanggal 28 Februari karena pada tanggal 28 Februari ini vaksin Astrazeneca yang akan kadaluarsa, tetapi kita ada kendala,” tuturnya.
Mochamad Hilman menjelaskan sesuai dengan Surat Keterangan (SK) menggunakan vaksin merek Astrazeneca atau vaksin lain diluar sinovac.
“Karena di aplikasi kita kalau dosis satu Sinovac, maka dosis dua harus Sinovac. Akhirnya vaksin jenis lain tidak bisa tercatat, maka ini yang menjadi kendala dan kita harus cepat menghabiskan vaksin tersebut agar tidak kadaluarsa,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekda Banjar juga melakukan peninjauan kegiatan vaksinasi serentak untuk mencapai herd immunity di di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Albasia Kecamatan Martapura pada Jumat (25/2/2022).
Sebelumnya vaksinasi di tempat yang sama juga digelar pada 10 Februari 2022 yang lalu, dimana ditujukan pada warga Martapura dan sekitarnya, khususnya pada anak-anak sekolah usia 6-11 tahun.
Tak hanya mendapatkan vaksinasi pertama, kedua atau vaksin booster, warga yang mendapatkan vaksin juga mendapatkan sembako.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI per 25 Februari 2022, angka vaksinasi dosis pertama di Kabupaten Banjar telah mencapai 83 persen lebih atau mencakup 367 ribu orang lebih.
Sementara vaksinasi dosis kedua saat ini baru mencapai angka 35,4 persen atau sudah mencakup 156 ribu orang lebih.