TERAS7.COM – Sebanyak 348 aparatur sipil negara (ASN) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan pemerintah kabupaten/kota se-Kalsel mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat ASN di Rindam XXII/Tambun Bungai.
Peserta berasal dari unsur pemerintah provinsi serta 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Mereka merupakan ASN yang dipilih untuk mengikuti program Kementerian Pertahanan RI melalui Badan Cadangan Nasional (Bacadnas).
Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan RI, Letjen TNI Dr H Totok Imam Santoso mengatakan, pelatihan tersebut berlangsung selama kurang lebih satu setengah bulan dengan materi yang mencakup pembentukan karakter hingga pengenalan dasar kemiliteran.
“Jadi pada hari ini ada program dari Kementerian Pertahanan, dalam hal ini Bacadnas, untuk melatih Komcad ASN yang dilaksanakan di Rindam. Jumlahnya 348 orang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, materi pelatihan meliputi character building, moral, perilaku, pola pikir, dan kedisiplinan. Peserta juga akan dikenalkan dengan materi kemiliteran, tetapi bukan untuk membentuk militerisme di kalangan ASN.

“Materi-materinya, baik masalah character building, bagaimana moral, perilaku, tata pikirnya, disiplinnya, dan juga sedikit banyak dikenalkan tentang materi kemiliteran. Tetapi bukan menjadikan Komcad sebagai militerisme, tidak. Tapi dikenalkan saja,” jelas Totok Imam.
Menurutnya, pembentukan Komcad ASN merupakan bagian dari upaya menyiapkan komponen cadangan yang dapat dilibatkan ketika negara menghadapi ancaman.
Dalam situasi damai kata Totok Imam, mereka juga berpotensi membantu pelaksanaan operasi militer selain perang sesuai ketentuan yang berlaku.
“Karena nanti suatu saat apabila negara dalam keadaan mungkin menghadapi musuh, mereka dilibatkan bersama-sama kita. Dan saat situasi damai nanti juga bisa dilibatkan untuk membantu operasi militer selain perang,” katanya.
Totok Imam menambahkan, jumlah peserta Komcad ASN dapat berkembang secara bertahap sesuai kondisi dan kesiapan pemerintah daerah.
Tak lupa, ia juga mengapresiasi respons Pemerintah Provinsi Kalsel beserta pemerintah kabupaten/kota yang mendukung pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, keterlibatan ASN dalam pelatihan ini juga relevan dengan kondisi Kalimantan Selatan yang menjadi salah satu daerah terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
“Karena apa, Kalsel ini salah satu yang terdampak Karhutla. Jadi artinya ini tepat. Karena dalam menangani Karhutla ini, TNI juga terbatas. Nah, nanti dibantu sama masyarakat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kesadaran bahwa keselamatan, keutuhan, dan kekokohan negara merupakan tanggung jawab bersama perlu ditanamkan kepada seluruh peserta, sesuai dengan profesi masing-masing.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Galuh Tantri Narindra menyatakan, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota mendukung program tersebut sebagai bagian dari penguatan kesadaran bela negara.
Menurutnya, kesadaran bela negara juga telah menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan mendukung penuh program atau Asta Cita dari Presiden Indonesia. Kemudian, persoalan kesadaran bela negara itu masuk di dalam RPJMD masing-masing, baik Pemprov Kalsel maupun kabupaten/kota,” ujar Galuh Tantri.
Ia menjelaskan, keikutsertaan ASN dalam pelatihan tersebut diharapkan dapat membentuk aparatur yang memiliki kesadaran bela negara, integritas, loyalitas, dan disiplin dalam menjalankan tugas.
“Harapannya ASN kita memiliki kesadaran bela negara, kemudian integritas, loyalitas, dan disiplin. Bagaimana nanti ASN melayani masyarakat, bukan yang dilayani,” tegasnya.
Galuh Tantri juga berharap peserta yang telah mengikuti pelatihan dapat menjadi agen perubahan sekaligus menularkan kesadaran bela negara kepada ASN lainnya di Banua.
“Harapannya acara seperti ini bisa ditularkan. Kemudian mereka menjadi agen-agen yang akan masuk ke pemerintah daerah masing-masing dan menyadarkan seluruh ASN di Kalimantan Selatan terkait kesadaran bela negara,” pungkasnya.