TERAS7.COM – Untuk meningkatkan Ketahanan Pangan terutama di sektor Pertanian, salah satu Wartawan atau Jurnalis dari media online yang akrab dipanggil Bang Ihay, di sela-sela waktu luangnya usai melaksanakan tugas sebagai Jurnalis ia juga terjun ke sawah bertani menggarap lahan miliknya.
Di samping melaksanakan tugasnya sebagai Jurnalis, juga bertani menggarap lahan areal persawahan miliknya di Desa Pantai, Kecamatan Kelumpang Selatan, Kotabaru yang saat ini sudah mulai memetik hasil tanaman padinya.
Bang Ihay sapaan akrab sesama Wartawan dan panggilan di lingkungannya, juga merupakan salah seorang tokoh muda di daerahnya terutama Desa Pantai.
“Mengolah sawah menanam padi itu merupakan salah satu upaya kami untuk memperkuat Ketahanan Pangan khususnya di Kecamatan Kelumpang Selatan, yang hasilnya nanti bisa bermanfaat bagi kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu sebut Ihay, turun ke sawah ini sekalian berolahraga, melatih otot dan kebugaran tubuh, bahkan turun ke sawah merupakan olahraga yang tidak sia-sia, selain badan sehat ekonomi pun kuat.
Profesi sebagai Jurnalis atau Wartawan yang biasanya berkutat berburu berita, tidak lantas menyurutkan dirinya untuk bertani, turun ke sawah bergelut dengan lumpur.
“Sudah 5 tahun saya bertani, meskipun masih tahap belajar, namun Alhamdulillah hasilnya cukup untuk kebutuhan keluarga,” ujar Ihay kepada teras7.com, Selasa (18/06/2024).
“Karena masih proses memanen disambi perontokan, saya baru kumpulkan 25 karung dengan berat isi kurang lebih 40 kg, karena dikerjakan secara manual,” imbuhnya.
Ihay juga dipercaya oleh kawan-kawan menjadi Ketua Kelompok Tani Irut Dalam, Desa Pantai, Kecamatan Kelumpang Selatan, membawahi 30 orang dengan lahan garapan masing seluas setengah hektar.
“Walaupun saat ini kelompok kami masih belum bisa maksimal untuk mengembangkan pertanian padi di desa kami, namun kami akan berusaha agar ke depan bisa lebih maksimal lagi,” ucapnya.
Kelompok Tani Irut Dalam beranggota 30 orang, mereka bisa menggarap dengan luas garapan kurang lebih 13 ha yang terletak di RT 06, RT 07 dan RT 08, Desa setempat.
Meskipun demikian ungkap Ihay, lahan garapan seluas 13 ha tersebut belum bisa digarap semua, karena beberapa kendala
Ihay mengungkapkan, lahan yang terletak paling bawah, bila air laut pasang bisa menggenangi persawahan warga, karena saat ini pintu air untuk menahan air laut supaya jangan masuk ke persawahan dalam kondisi rusak.
Perihal kendala yang dihadapi, dari pengakuan Ihay sudah disampaikan kepada petugas penyuluh dan pemerintah desa agar pintu air tersebut bisa dibangun.
Menurutnya, kalau pintu air dan saluran airnya sudah diperbaiki, lahan garapan seluas 13 ha untuk menanam padi akan bisa dimaksimalkan.
“Sayang tahun ini ada beberapa teman kami tidak bisa menanam padi, karena sawahnya kemasukan air asin pada saat menanam, jadi bibit padinya mati,” kata Ihay menyambung keterangan salah satu anggota kelompok Tani Irut Dalam.
Ketika dikonfirmasi akan hasil gabah kering yang berhasil di panen kepada salah seorang anggota Poktan Irut Dalam, Hairiah merasa bersyukur dengan hasil panen yang baik.
“Alhamdulillah, untuk hasil panen padi sawah tahun ini, cukuplah buat persediaan makan setahun,” ucap Hairiah bersyukur.
Hal ini dibenarkan oleh Khairul Sani, meskipun ada beberapa kendala pada saat musim tanam dan perawatan padinya, namun hasil panennya lumayan bagus.
“Kami berharap ke depan kerja sama berbagai pihak agar hasil panennya bisa lebih meningkat. Karena masih proses memanen disambi perontokan, saya baru kumpulkan 25 karung dengan berat isi kurang lebih 40 kg, karena dikerjakan secara manual,” beber Ihay.