TERAS7.COM – Sejarah Mappanretasi Pulau Manti tidak terlepas dari kebudayaan dan tradisi yang telah berkembang turun-temurun di kalangan masyarakat Desa Rampa, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru.
Tradisi ini merupakan sebuah perwujudan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil laut yang telah diberikan. Dengan demikian, Mappanretasi menjadi momen penting bagi masyarakat setempat untuk merayakan kesuburan laut yang menjadi sumber kehidupan mereka.
Mappanretasi tidak hanya sebagai perayaan syukur, tetapi juga sebagai sarana pelestarian budaya dan pengenalan kepada generasi muda tentang pentingnya menjaga laut dan alam sekitar. Acara ini mengandung nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kesadaran untuk terus memelihara serta memanfaatkan sumber daya alam secara bijak.
Dalam memeriahkan tradisi Mappanretasi pada tanggal 28 Juli nanti, panitia akan menyelenggarakan Lomba Perahu Tradisional Nelayan yang diikuti oleh masyarakat setempat maupun nelayan dari pulau sekitar. Persiapan lomba ini meliputi pembuatan dan perbaikan perahu, serta latihan mengemudikan perahu oleh para peserta. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk merebut gelar juara, tetapi juga meningkatkan kekompakan dan kerjasama antar nelayan.
“Keseluruhan warga Pulau Sebuku, tanpa terkecuali, turut serta dalam setiap tahapan pelaksanaan Pesta Laut Mappanretasi. Masyarakat Rampa sebagai penggerak utama, menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam mempertahankan tradisi ini, tidak hanya sebagai penjaga tradisi tetapi juga sebagai pelaku aktif dalam setiap ritus yang dilakukan. Dari pra-persiapan hingga pelaksanaan, solidaritas masyarakat sangat kentara, semakin meneguhkan identitas dan keunikan budaya mereka,” ungkap Kepala Desa Rampa, H Ilham kepada teras7.com melalui WhatsApp, Jumat (19/07/2024).
Dalam kegiatan ini juga, akan dilaksanakan berbagai pertandingan olahraga seperti, Futsal putra putri tingkat anak-anak, dewasa serta usia 40 tahun ke atas dan juga bola voli putra putri serta kegiatan olahraga lainnya.
Kepala Desa Rampa, H Ilham mengutarakan, Pesta Laut Mappanretasi tidak hanya sekedar acara tahunan, namun memiliki pengaruh besar terhadap ekonomi dan sosial masyarakat Pulau Sebuku. Secara ekonomi, event ini mendorong munculnya berbagai kesempatan kerja, baik itu dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun sepak terjang yang mencakup kegiatan wisata.
“Sosialnya, Pesta Laut Mappanretasi telah menjadi wadah yang menggalang kebersamaan dan memperkuat jalinan komunitas, memperkaya nilai-nilai budaya dan sosial masyarakat setempat,” sambungnya.
Lanjut dikatakan Ilham, untuk menjaga agar tradisi Pesta Laut Mappanretasi dapat terus berkembang dan lestari, masyarakat Rampa bersama dengan pemerintah setempat telah mengambil beberapa langkah. Diantaranya adalah membangun dokumentasi rinci tentang pesta laut, secara aktif mendorong partisipasi generasi muda, dan menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk promosi dan pembangunan infrastruktur.
“Langkah-langkah ini diharapkan dapat tidak hanya meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pelestarian tradisi, tetapi juga membawa dampak positif terhadap pengembangan ekonomi dan pariwisata di Pulau Sebuku,” tandasnya.
Event tahunan Mappanretasi memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat. Selain memperkuat tali persaudaraan antar warga, acara ini juga menjadi sarana promosi budaya lokal kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan. Hal ini memberikan keuntungan ekonomi sekunder melalui peningkatan kunjungan wisata ke Pulau Manti.
“Event ini tidak terlepas dari bantuan seluruh pihak, khususnya dukungan full dari pemerintah daerah dan semangat seluruh masyarakat dalam membantu kegiatan, sehingga persiapan acara terlaksana dengan baik sesuai target yang ditentukan,” katanya.
Harapan masyarakat Pulau Manti terhadap Mappanretasi yang akan datang adalah semakin meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam melestarikan budaya lokal. Diharapkan juga Mappanretasi dapat lebih dikenal luas sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan, yang pada gilirannya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
“Melalui inisiatif ini, Pulau Manti tidak hanya dikenal sebagai tempat dengan keindahan alam yang memukau, tetapi juga dengan kekayaan budayanya yang otentik,” ungkap Ilham.