Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Perekonomian Kalsel di 2024 Terus Melanjutkan Tren Positifnya
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Perekonomian Kalsel di 2024 Terus Melanjutkan Tren Positifnya

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 1 Agustus 2024, 18.18
Share
4240d83a a86c 45fe a980 96ffb118893f 1024x576 1
Perekonomian Kalsel di 2024 Terus Melanjutkan Tren Positifnya TERAS7.COM - Hingga bulan Juni 2024 ini, kondisi perekonomian di Kalimantan Selatan terus mencatatkan tren positifnya. Hal itu disampaikan Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendarahaan (DJPb) Provinsi Kalsel, Syafriadi. Disampaikan Syafriadi, bahwa aktivitas dan mobilitas masyarakat yang terus meningkat menjadi salah satu pemicu tumbuhnya perekonomian di Bumi Lambung Mangkurat. Lanjut Syafriadi, aktivitas masyarakat pemicu tumbuhnya perekonomian Kalsel tersebut ditandai dengan adanya masa libur sekolah dan persiapan penerimaan siswa baru. Sedangkan dari sisi belanja pemerintah, pencairan gaji ke-13 turut menyumbang pergerakan ekonomi di Kalsel. Indikator-indikator yang menunjukkan keadaan perekonomian Kalsel yang tumbuh positif tersebut yaitu pertumbuhan ekonomi Triwulan I 2024 Kalsel sebesar 4,96 persen sedikit di bawah Nasional yang mencapai 5,11 persen. “Tingkat inflasi Juni 2024 masih terkendali dan tercatat deflasi sebesar 0,32 persen (mtm) atau mengalami mengalami inflasi sebesar 2,34 persen (yoy), lebih rendah dari rata-rata nasional yang mencapai 2,51 persen (yoy). Tingkat inflasi tertinggi pada Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebesar 3,53 persen (yoy). Penyumbang inflasi di Kalsel antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, tarif parkir, dan ikan haruan (gabus),” kata Syafriadi, Banjarmasin, dilansir dari MC Kalsel, Rabu (31/07/2024). Kemudian, neraca perdagangan kembali mengalami surplus pada Juni 2024. Neraca perdagangan di Kalsel yang mencatatkan surplus US$890,04 juta turun jika dibandingkan Mei 2023 sebesar 12,29 persen. Penurunan ini masih dipicu oleh turunnya nilai ekspor akibat harga batu bara yang terkontraksi dari 2023. Kinerja APBN dari sisi pendapatan sampai dengan Juni 2024 telah terealisasi sebesar Rp9,93 triliun atau 42,95 persen dari target. Jika dibandingkan pada periode yang sama di 2023, kinerja pendapatan APBN terkontraksi 22,96 persen. Walaupun secara total penerimaan negara mengalami kontraksi, disisi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menunjukkan angka pertumbuhan positif yaitu 10,11 persen dengan realisasi sebesar Rp908,54 Miliar. “Dari sisi belanja negara, realisasi total belanja negara sebesar Rp17,43 Triliun atau 45,37 persen dari pagu sebesar Rp38,42 triliun. Capaian ini meningkat 24,93 persen dibandingkan tahun lalu. Realisasi Belanja untuk Juni 2024 terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar Rp4,27 triliun dan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp13,17 Triliun,” ucap Syafriadi. Penjelasan lebih rinci untuk pendapatan negara adalah Realisasi Penerimaan Pajak Dalam Negeri mencapai Rp8,87 Triliun atau 41,34 persen dari target, terkontraksi sebesar 24,32 persen (yoy). Kontribusi terbesar berasal dari Pajak Penghasilan (PPh) sebesar Rp5,49 Triliun, kemudian PPN memberikan kontribusi sebesar Rp3,11 Triliun. Tiga sektor yang memberikan kontribusi penerimaan perpajakan terbesar berasal dari sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi sebesar 33,8 persen, kemudian sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 18,5 persen serta pengangkutan dan pergudangan sebesar 16,4 persen. Secara kumulatif, mayoritas sektor utama masih tumbuh positif sampai dengan Juni 2024, kecuali Sektor Pertambangan dan Penggalian, Sektor Perdagangan Besar, Sektor Sektor Pertanian, dan Sektor Konstruksi yang mengalami kontraksi. Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendarahaan (DJPb) Provinsi Kalsel, Syafriadi saat memaparkan kondisi perekonomian di Kalsel. (Foto: MC Kalsel)
SHARE

TERAS7.COM – Hingga bulan Juni 2024 ini, kondisi perekonomian di Kalimantan Selatan terus mencatatkan tren positifnya. Hal itu disampaikan Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendarahaan (DJPb) Provinsi Kalsel, Syafriadi.

Disampaikan Syafriadi, bahwa aktivitas dan mobilitas masyarakat yang terus meningkat menjadi salah satu pemicu tumbuhnya perekonomian di Bumi Lambung Mangkurat.

Lanjut Syafriadi, aktivitas masyarakat pemicu tumbuhnya perekonomian Kalsel tersebut ditandai dengan adanya masa libur sekolah dan persiapan penerimaan siswa baru.

Sedangkan dari sisi belanja pemerintah, pencairan gaji ke-13 turut menyumbang pergerakan ekonomi di Kalsel. Indikator-indikator yang menunjukkan keadaan perekonomian Kalsel yang tumbuh positif tersebut yaitu pertumbuhan ekonomi Triwulan I 2024 Kalsel sebesar 4,96 persen sedikit di bawah Nasional yang mencapai 5,11 persen.

“Tingkat inflasi Juni 2024 masih terkendali dan tercatat deflasi sebesar 0,32 persen (mtm) atau mengalami mengalami inflasi sebesar 2,34 persen (yoy), lebih rendah dari rata-rata nasional yang mencapai 2,51 persen (yoy). Tingkat inflasi tertinggi pada Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebesar 3,53 persen (yoy). Penyumbang inflasi di Kalsel antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, tarif parkir, dan ikan haruan (gabus),” kata Syafriadi, Banjarmasin, dilansir dari MC Kalsel, Rabu (31/07/2024).

Baca juga :

Tingkatkan Nilai Tambah Produk Perikanan, Tiga Dosen ULM Turun ke Angsana

Anak Belajar dari Apa yang Dilihat, Andi Irmayani Ingatkan Pentingnya Peran Orang Tua dan Guru

Soal Aspirasi Hibah dan Bansos, Nurkhalis: Boleh Diusulkan, Tapi…

Kemudian, neraca perdagangan kembali mengalami surplus pada Juni 2024. Neraca perdagangan di Kalsel yang mencatatkan surplus US$890,04 juta turun jika dibandingkan Mei 2023 sebesar 12,29 persen. Penurunan ini masih dipicu oleh turunnya nilai ekspor akibat harga batu bara yang terkontraksi dari 2023.

Kinerja APBN dari sisi pendapatan sampai dengan Juni 2024 telah terealisasi sebesar Rp9,93 triliun atau 42,95 persen dari target. Jika dibandingkan pada periode yang sama di 2023, kinerja pendapatan APBN terkontraksi 22,96 persen.

Walaupun secara total penerimaan negara mengalami kontraksi, disisi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menunjukkan angka pertumbuhan positif yaitu 10,11 persen dengan realisasi sebesar Rp908,54 Miliar.

“Dari sisi belanja negara, realisasi total belanja negara sebesar Rp17,43 Triliun atau 45,37 persen dari pagu sebesar Rp38,42 triliun. Capaian ini meningkat 24,93 persen dibandingkan tahun lalu. Realisasi Belanja untuk Juni 2024 terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar Rp4,27 triliun dan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp13,17 Triliun,” ucap Syafriadi.

Penjelasan lebih rinci untuk pendapatan negara adalah Realisasi Penerimaan Pajak Dalam Negeri mencapai Rp8,87 Triliun atau 41,34 persen dari target, terkontraksi sebesar 24,32 persen (yoy). Kontribusi terbesar berasal dari Pajak Penghasilan (PPh) sebesar Rp5,49 Triliun, kemudian PPN memberikan kontribusi sebesar Rp3,11 Triliun.

Tiga sektor yang memberikan kontribusi penerimaan perpajakan terbesar berasal dari sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi sebesar 33,8 persen, kemudian sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 18,5 persen serta pengangkutan dan pergudangan sebesar 16,4 persen.

Secara kumulatif, mayoritas sektor utama masih tumbuh positif sampai dengan Juni 2024, kecuali Sektor Pertambangan dan Penggalian, Sektor Perdagangan Besar, Sektor Sektor Pertanian, dan Sektor Konstruksi yang mengalami kontraksi.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendarahaan (DJPb) Provinsi Kalsel, Syafriadi saat memaparkan kondisi perekonomian di Kalsel. (Foto: MC Kalsel)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05
IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34
66593275 5a57 44a2 a0fc a71c2d8589d7
KAKI Kalsel Soroti Dugaan Mafia Tanah HSS di Kejati
21 September 2026, 16.25
IMG 20260924 WA0041 scaled e1790248419389
Pencarian Hari ke-12 KM Virgo Transport 8: Tim Penyelam Kembali Temukan 14 Korban, Total 150 Orang Ditemukan
24 September 2026, 19.15

You Might Also Like

Tingkatkan Nilai Tambah Produk Perikanan, Tiga Dosen ULM Turun ke Angsana

Anak Belajar dari Apa yang Dilihat, Andi Irmayani Ingatkan Pentingnya Peran Orang Tua dan Guru

Soal Aspirasi Hibah dan Bansos, Nurkhalis: Boleh Diusulkan, Tapi…

Di Tengah Kabut Asap Karhutla, RSD Idaman Banjarbaru Catat 76 Kasus ISPA

Jalan Al Jafri Makin Padat, Nurkhalis Tawarkan Opsi Pelebaran atau Drainase Tertutup

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?