TERAS7.COM – Puluhan Offroader jalur ekstrem telah menjajal puluhan kilometer track yang disuguhkan panitia penyelenggara di event Hayau Barait Adventure Offroad 4×4 2024 Kotabaru.
Offroader diajak menjelajahi berbagai rintangan alam seperti sungai, tanjakan curam, bebatuan licin, hingga lumpur yang tebal.
Kubangan lumpur menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh para offroader. Kendaraan-kendaraan tersebut terjebak pada tanah yang lembek, sehingga mempersulit proses mobilisasi.
Hal ini sering kali disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, yang membuat tanah menjadi sangat sulit dilalui. Dalam situasi tersebut, offroader perlu memiliki keterampilan dan pengetahuan tentang bagaimana cara melewati rintangan ini dengan aman.
Menurut pengalaman Offroader ini, dari segi track atau jalur kurang lebih saja sebenarnya. Cuma disini, jalur Kotabaru kelebihannya ada tanah berlumpur.” Bila mana mobil Offroader masuk, lumpurnya menghisap,” ungkap Husaini salah satu Offroader dari tim Kandangan Jeep Club (KJC).

“Kalau trouble (masalah -red) ketika masuk dan terperangkap dalam kubangan lumpur, begitu masuk lumpur langsung ada patah as roda, bahkan harus tiga kali bergeser jalur. Seandainya kada kaya itu bisa kadada yang sampainya (kalau tidak seperti itu bisa jadi tidak ada yang Finish -red),” tuturnya dalam logat bahasa setempat.
Patah as roda merupakan salah satu masalah serius yang dapat terjadi saat kendaraan terjebak dalam lumpur. Dampaknya, selain kendaraan tidak dapat bergerak, tim juga harus memikirkan cara untuk memperbaikinya. Situasi ini sering kali menyebabkan kehilangan waktu dan menurunkan semangat tim selama kompetisi.
Agar dapat melanjutkan perjalanan, tim KJC sering kali harus melakukan pergeseran jalur. Ini berarti mereka perlu mencari rute alternatif yang aman untuk menghindari kubangan lumpur yang dalam.
Proses ini memerlukan kerja sama dan strategi yang baik dari seluruh anggota tim, sehingga dapat kembali melaju di jalur yang benar.
Meski mengalami kendala, tim KJC menunjukkan sikap yang positif dan penuh semangat. Bagi mereka, tantangan semacam ini adalah bagian dari pengalaman offroad yang tak terlupakan.
Salah satu hal unik yang terjadi saat tim mengalami trouble adalah momen ketika mereka memutuskan untuk menggoreng tempe.
“Kami sangat senang, dan kami sempat menggoreng tempe pas ada yang trouble,” ungkap Husaini dengan penuh semangat, Sabtu (24/08/2024) di Sirkuit SJA TBK Pantai Gedambaan.
Hal serupa juga disampaikan peserta dari jalur Fun, Karyono. Ia berharap event serupa bisa digelar pada tahun selanjutnya.
Menggunakan mobil hasil modifikasi, ia didampingi istri berhasil Finish di Sirkuit SJA TBK Pantai Gedambaan. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terlaksana pada tahun berikutnya.
“Ini luar biasa, jalurnya asik dan menawan. Semoga bisa diulang tahun depan, dan siap tempur,” tegas pria yang menjabat selaku Kades Sidomulyo, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kotabaru.