TERAS7.COM – Festival Katir Race dan Malasuang Manu 2024 merupakan acara penting yang diadakan di Desa Teluk Aru, Kecamatan Pulau Laut Kepulauan. Dihadiri oleh Asisten 1 bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kotabaru, Minggu Basuki.
Festival ini diharapkan dapat menjadi daya tarik wisatawan sembari melestarikan adat dan budaya kearifan lokal. Acara yang digelar, pada Minggu (01/09/2024) ini diikuti 41 peserta ini mencerminkan komitmen daerah terhadap pelestarian budaya.
Festival ini bertujuan untuk menjaga dan melestarikan tradisi lokal serta memperkenalkan budaya Suku Mandar kepada generasi penerus.
Dalam sambutannya, Bupati Kotabaru menekankan pentingnya kegiatan ini untuk memperkuat solidaritas antar masyarakat. Dengan demikian, Festival Katir Race dan Malasuang Manu menjadi sarana penting untuk mempromosikan nilai-nilai budaya yang kaya.

Festival Malasuang Manu telah menjadi agenda tahunan sejak tahun 2003 dan merupakan bagian dari kalender event Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga Kotabaru.
Acara ini merupakan ungkapan rasa syukur Suku Mandar, khususnya bagi mereka yang berprofesi sebagai nelayan. Tradisi pelepasan sepasang ayam di laut menjadi simbol pengharapan yang dilaksanakan secara turun-temurun.
Katir Race adalah kompetisi perahu tradisional khas Suku Mandar yang memainkan peran penting dalam acara ini. Perahu katir, yang dulunya digunakan untuk mencari ikan dan transportasi, kini menjadi bagian dari sport tourism yang menarik perhatian pengunjung. Pameran budaya ini melibatkan empat desa yaitu Desa Teluk Aru, Desa Kerasian, Desa Kerayaan, dan Desa Kerumputan.
Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kotabaru Minggu Basuki, dalam membacakan sambutan Bupati Kotabaru sekaligus membuka kegiatan tersebut menyampaikan, Festival Katir Race dan Malasuang Manu 2024 sebagai wujud dan komitmen bersama dalam upaya memajukan sektor pariwisata di Kabupaten Kotabaru.
“Melalui Festival ini kita dapat menyaksikan tradisi adat istiadat dan seni budaya yang merupakan kekayaan yang harus kita syukuri, yang diharapkan menjadi ajang untuk memperkuat solidaritas dan kerja sama antar masyarakat, pemerintah dan pelaku pariwisata dalam memajukan sektor pariwisata di Kabupaten Kotabaru, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya serta memperkaya pengalaman wisatawan yang datang ke Kabupaten Kotabaru,” jelasnya.
Tambahnya, Festival ini juga dapat dijadikan ajang promosi Pariwisata yang ada di Kabupaten Kotabaru.
“Kegiatan seperti ini perlu diapresiasi dan dilestarikan sebagai salah satu sarana mempromosikan tradisi lokal dalam kemasan Festival agar lebih dikenal sehingga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Kotabaru, khususnya ke Desa Teluk Aru Kecamatan Pulau Laut Kepulauan,” ungkapnya.
Asisten 1 Setda Kotabaru juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan melestarikan kekayaan budaya yang dimiliki.
“Budaya kita adalah identitas kita. Dan dengan menjaga warisan budaya, kita juga turut menjaga jati diri dan keragaman yang menjadi kekuatan kita sebagai bangsa,” tuturnya.
Disamping itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kotabaru Sonny Tua Halomoan menjelaskan, Event merupakan salah satu Kalender Event yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga yang bekerja sama dengan panitia Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, sebagai salah satu wujud usaha menggalakkan promosi wisata melalui budaya sebagai warisan para pendahulu.
“Tentu saja sebagai ucapan rasa syukur kepada sang pencipta namum juga sebagai pelestarian nilai-nilai budaya itu sendiri bagi generasi penerus kita. Katir Race sendiri yang mana dulunya sebagai sarana mencari ikan dan alat transportasi, kini telah menjadi sport tourism. Dan perlu diketahui, Katir Race yang ada di Kalimantan Selatan hanya ada di Kabupaten Kotabaru,” jelasnya.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga juga mengajak seluruh pengunjung meluangkan waktu sejenak untuk membersihkan pantai Teluk Aru dan sekitarnya untuk menumbuhkan Sapta Pesona.
“Guna menarik minat wisatawan berkunjung ke suatu daerah, sangat penting untuk menciptakan kondisi sapta pesona, yang terdiri dari tujuh unsur yaitu aman, tertib, bersih, sehat, indah, ramah tamah dan kenangan. Jadi, siapapun wisatawan baik lokal, maupun mancanegara yang ke Teluk Aru harus bisa merasakan bagaimana Teluk Aru itu indah dan bersih,” ungkapnya.
Kegiatan Festival Katir Race dan Malasuang Manu juga dihibur dengan penampilan artis terkenal. Di antaranya Ical Majene Pemenang D’Academy 3, Iva Lola eks. Trio Macan dan Andin Mayora serta artis lokal lainnya.
Selain itu, juga dilaksanakan pembagian tropy, piala dari beberapa lomba seperti, volleyball match, drag racing pantai, layang-layang, gasing, balogo, majeka, takrau dan makatau.
Kegiatan ini selain dihadiri, Asisten 1 Setda Kotabaru juga dihadiri Asisten 3 Setda Kotabaru, Anggota DPRD, Forkopimda, Kepala Bank Kalsel Cabang Kotabaru, SKPD, Camat Pulau Laut Kepulauan, Kepala Desa dan seluruh warga setempat maupun wisatawan.
Festival ini diharapkan dapat meningkatkan sektor pariwisata di Kabupaten Kotabaru dengan menarik lebih banyak wisatawan. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya serta pengalaman wisata yang lebih kaya.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk memperkenalkan festival ini sebagai daya tarik utama bagi pengunjung lokal dan internasional.