TERAS7.COM – Ulat maggot dikenal dengan kecepatannya megurai sampah dengan cepat. Namun, di balik itu, larva ini juga dapat menjadi pakan ternak.
Pasalnya, ulat maggot mengandung protein tinggi dan berkualitas yang dibutuhkan ternak. Maggot bisa diberikan dalam keadaan segar atau dicampur dengan pakan komersil.
Hal itu disampaikan Ketua Pokdakan Biawan, Bintang dalam Rapat Koordinasi Bank Sampah Go Green menuju ekonomi sirkuler yang digelar di Hotel IKA Petung beberapa waktu lalu.
Terlebih kata Bintang, ulat maggot termasuk jenis hewan yang mudah dan murah pembudidayaannya. Apalagi kata Bintang, makanan maggot sendiri adalah limbah sayuran.
“Satu kilogram maggot dapat menghabiskan 2–5 kilogram sampah organik per hari,” katanya.
Bintang sendiri mengaku, jika dirinya sudah mencoba mengolah ulat maggot menjadi pakan ikan. Hal ini dilakukannya lantaran saat ini harga pakan ikan di pasar tergolong tinggi.
“Dengan penerapan pelet maggot ini bisa menekan biaya pembelian pakan hingga 30 persen lebih,” tukasnya.
Adapun sekadar diketahui, saat ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU tengah mendorong budidaya ulat maggot di masyarakat.