TERAS7.COM – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur sedang mengembangkan Standar Development Index (SDI) dan bakal mendirikan laboratorium klinik olahraga.
Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kesuma berharap, pengembangan SDI dan klinik olahraga tidak hanya meningkatkan prestasi atlet, tetapi juga menjadikan Kaltim sebagai pusat pembinaan olahraga yang kompetitif di tingkat nasional dan internasional.
“Transformasi ini adalah prioritas kami untuk mencetak atlet unggul dan membawa nama Kaltim ke panggung dunia,” ujarnya.
Agus menjelaskan bahwa SDI merupakan alat pengukuran potensi atlet yang meliputi aspek fisik, mental, dan bakat. SDI memungkinkan penilaian yang lebih akurat untuk menentukan cabang olahraga (cabor) yang paling cocok bagi seorang atlet sejak usia dini.
“Misalnya, melalui SDI, kita bisa tahu bahwa seorang atlet lebih cocok di cabor catur daripada cabor lain. Pengukuran seperti ini harus dilakukan secara detail dan berbasis data,” ujarnya.
Namun, Agus mengakui bahwa pengelolaan SDI di Kaltim masih tertinggal dibandingkan daerah atau negara maju, di mana pendekatan berbasis teknologi dan laboratorium telah diterapkan.
Hal ini menjadi pendorong bagi Dispora Kaltim untuk menghadirkan laboratorium klinik olahraga yang mampu melakukan pengukuran potensi atlet secara modern.