TERAS7.COM – Komisi II DPRD Banjarbaru menyoroti keberadaan empat pasar yang dibangun sejak tahun 2018–2019, namun hingga kini belum memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dari keempat pasar tersebut, tiga di antaranya dinilai tak mendesak difungsikan sebagai pasar umum, dan kini diusulkan untuk dialihfungsikan.
Anggota Komisi II DPRD Banjarbaru, Emi Lasari, menyampaikan bahwa pasar-pasar tersebut yakni Pasar Pondok Mangga, Pasar Ulin Timur, dan Pasar Abadi III, telah menelan anggaran miliaran rupiah, namun terbengkalai akibat minimnya tindak lanjut dan strategi pemanfaatan dari pemerintah daerah.
“Semua dibangun dengan dana DAK pendampingan dari kementerian. Tapi faktanya sampai sekarang belum menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Emi usai menghadiri rapat kerja bersama SKPD terkait, Senin (7/7/2025).
Emi menyebut, dari segi lokasi dan kebutuhan warga sekitar, ketiga pasar tersebut belum mendesak untuk difungsikan sebagai pasar aktif. Oleh karena itu, pihaknya membuka opsi pengalihfungsian untuk mendukung program atau kebutuhan sosial lain yang lebih relevan.
“Ada ide menjadikan salah satu bangunan untuk mendukung program MBG (Makan Bergizi Gratis), seperti membangun dapur umum. Itu bisa jadi alternatif pemanfaatan aset,” jelas politisi PAN tersebut.
Meski membuka wacana alih fungsi, Emi menekankan bahwa proses tersebut harus melalui prosedur yang benar, termasuk administrasi serah terima aset antar perangkat daerah.
“Jangan sampai ini jadi proyek sia-sia. Aset harus memberikan output untuk masyarakat. Pemerintah harus punya strategi konkret agar aset yang dibangun tidak sekadar jadi beban APBD,” tegasnya.
Adapun satu pasar lainnya, yaitu Pasar Laura, dinilai masih memiliki peluang untuk dihidupkan kembali. Pasar yang dibangun dengan anggaran lebih dari Rp5 miliar dan berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektare ini sempat beroperasi selama dua hingga tiga bulan, namun kini kembali mangkrak.
Menurut Emi, Pasar Laura tetap akan difungsikan sebagai pasar, namun konsep dan peruntukannya harus diperjelas—apakah menjadi pasar tradisional, pasar grosir pertanian, atau pasar modern.
“Kawasan Laura itu penghasil sayur dan buah. Jadi wajar kalau difokuskan jadi pusat distribusi hasil pertanian. Tapi harus jelas konsepnya dan tidak mematikan pasar-pasar kecil yang sudah ada,” ujarnya.
Emi menutup pernyataannya dengan meminta pemerintah serius menyusun strategi lintas sektor, agar aset-aset publik yang sudah dibangun bisa benar-benar memberi manfaat nyata.