TERAS7.COM — Upacara penetapan Komponen Cadangan (Komcad) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Batch-3 Tahun 2025 resmi digelar di Lapangan Kejujuran Rindam VI/Mulawarman, Kota Banjarbaru, Sabtu (12/07/2025).
Sebanyak 579 peserta dari berbagai provinsi di Kalimantan, yakni Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah, telah menyelesaikan pelatihan dan secara resmi ditetapkan sebagai Komcad.
Seluruh peserta juga telah menerima sertifikat resmi dari Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi mereka dalam bidang gizi masyarakat.
Komandan Rindam VI/Mulawarman, Kolonel Inf Win Nindar, menjelaskan bahwa peserta SPPI telah menjalani dua tahap pelatihan intensif selama tiga bulan. Tahap pertama berupa latihan dasar kemiliteran selama dua bulan, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan manajerial selama satu bulan.

“Selain untuk memperkuat kekuatan komponen cadangan nasional, pelatihan ini juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab mereka dalam melaksanakan tugas. Karena tanpa itu semua, pelaksanaan program tidak akan berjalan maksimal,” ujarnya.
Ke depan, para sarjana SPPI akan ditempatkan di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari Badan Gizi Nasional, yang memiliki tugas strategis menyalurkan makanan bergizi gratis kepada masyarakat, sesuai dengan program prioritas pemerintah.
“Mereka ini adalah ujung tombak dari program nasional di bidang gizi. Maka dari itu, mereka disiapkan secara menyeluruh, baik dari segi mental, karakter, maupun kemampuan manajerial,” lanjut Kolonel Win Nindar.
Ia berharap, seluruh ilmu, nilai kedisiplinan, dan semangat yang ditanamkan selama pelatihan dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan.
Dengan penetapan ini, SPPI Batch-3 diharapkan mampu menjalankan amanah sebagai garda terdepan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, tangguh, dan berkualitas.